Breaking News

Pendapat Akademisi Mengenai Tradisi Mudik

13346441_154922551586318_7152129150731581510_nJAKARTA – Mudik menjadi sebuah tradisi masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri. Bahkan, demi berkumpul dengan sanak saudara di kampung halaman, para perantau rela bermacet-macetan dan mengeluarkan biaya lebih untuk menjalani rutinitas tahunan tersebut.
Tradisi mudik ini turut bahasan para akademisi. Menurut Dosen Ekonomi Prmbangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad), Dr Ferry Hadiyanto, SE, MA, manfaat sosial mudik cukup banyak, sehingga harus dilestarikan.
“Mudik itu harus dilestarikan dengan manajemen yang lebih baik karena aspek social benefit-nya lebih besar daripada kalau kita hanya melihat social cost dari inflasi,” ujarnya dinukil dari laman Unpad, Sabtu (2/7/2016).
Ferry memaparkan, mudik sebagai bagian dari expose kemakmuran masyarakat. Pasalnya, pemudik berupaya untuk menunjukkan peningkatan kemakmuran kepada keluarganya di kampung halaman, seperti membawa kendaraan, banyak uang, atau gadget terbaru. Dengan semakin meningkatnya jumlah pemudik, hal ini pun dapat mengecilkan angka kemiskinan.
Sedangkan Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Prof Dr Dadang Suganda, MHum berpendapat, mudik adalah budaya dan kebutuhan manusia. Tradisi mudik sendiri ada karena keluarga yang telah menciptakan kultur berdasarkan pada tiga aspek, yaitu biologis, mental, dan pergaulan.
“Mudik, di samping kultur juga memenuhi kebutuhan dasar manusia. Dengan adanya mudik, aktualisasi diri seorang pengusaha sukses di luar, kembali ke kampung halaman dengan begitu bangganya, dan mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Itu akan sangat membesarkan hati, bahkan memperpanjang umur,” ucapnya.
Pendapat tradisi mudik lainnya disampaikan oleh Guru Besar FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof Dr Elly Malihah, MSi. Dia menuturkan, udik merupakan modal sosial. Baginya, mudik dapat menumbuhkan sikap-sikap positif seperti kebersamaan, kesabaran, kehati-hatian, sikap berbagi, dan sebagainya.
“Mudik dengan segala dinamikanya menyimpan potensi yang bila dikelola dengan baik dapat menjadi modal sosial untuk membangun masyarakat di tengah gejolak modernitas,” tukasnya.
Sumber : okezone.com
Editor : Akhlanudin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*