0001

Ujian Nasional Berstandar Nasional (USBN) yang disusulkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy harus bisa berfokus pada prestasi anak didik, sehingga bukan lagi sebagai penentu kelulusan.

Pakar Pendidikan, Prof Arif Rahman Hakim menuturkan jika USBN itu harus harus mengacu pada prestasi yang dimiliki anak.

“USBN bisa mengandung lima hal yang menjadi tolak ukur dalam hasil pemetaan, yakni proses pembelajaran, manajemen pendidikan maupun sekolah, penguasaan anak, kualifikasi guru sampai modal dan kekuatan pendidikan di sekolah,” ungkapnya usai diskusi di Gedung DPR RI, Jakarta, belum lama ini.

Dalam USBN sendiri, akan mengajak daerah untuk membuat materi ujian. “Sehingga realistis diukur bagi sekolah di pedalaman. Namun jika materi ujianya dari Jakarta semua, itu enggak adil. Nantinya materi ujian dari daerah sebanyak 75 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Arif menilai bahwa ujian yang terus mengacu pada kelulusan maka tidaklah adil. “Pakai kriteria satu tapi diberlakukan untuk semua, sekolah dengan guru yang banyak disamakan dengan sekolah yang gurunya hanya tiga orang,” ucapnya.

Sedangkan pada penerimaan calon mahasiswa di perguruan tinggi diserahkan kepada perguruan tinggi masing-masing. “Balikan ke standar kampusnya masing-masing. Karena setiap kampus kan juga berbeda-beda. Intinya USBN tidak ada potensi kecurangan karena itu memang tidak boleh. Kalau dipaksa tetap ada rangking itulah maka kecurangan bisa terjadi,” tambahnya.

 

 

Leave a Reply