Breaking News

Haedar Nashir: Generasi Baru Perlu Pelajari Buya Hamka

Hasil gambar untuk haedar nashir di uhamka

Dalam seminar dan peluncuran Ensiklopedia Buya Hamka, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan pidato kunci untuk mengawali acara. Peluncuran yang ditandai dengan pemberian buku Ensiklopedia Buya Hamka secara simbolik kepada Haedar Nashir dan Buya Afif Hamka, anak kandung Buya Hamkaini digelar di Aula AR Fahruddin kampus FEB UHAMKA,

 

Mengawali pidatonya, Haedar Nashir mengucapkan selamat kepada UHAMKA dan keluarga Buya Hamka yang telah berhasil menerbitkan buku ensiklopedia tentang Buya Hamka, sosok ulama multitalenta yang begitu banyak karyanya. “Kita tentu belajar banyak dari Buya Hamka. Tidak hanya dari ilmu, tetapi juga sikap dan falsafah hidup beliau, yang mungkin ibarat sumur tak berujung dan samudra yang sangat luas,” ujar Haedar,

Buya Hamka merupakan sosok ulama yang sangat lengkap dengan segudang talenta, karya, serta perjalanan hidup yang begitu menginspirasi. “Sebagai pencari ilmu yang luar biasa, yang daya autodidaknya tiada bandingannya,” katanya.

Dalam berpolitik, Haedar menjelaskan, ketua MUI pertama itu merupakan politisi yang begitu mengedepankan moralitas dan kemanusiaan. “Politik bukan dalam makna politik kekuasan, tapi dalam menegakkan falsafah moral di dalam kehidupan berpolitik,” ungkapnya.

Dengan keluasan tersebut, Haedar menyebut bahwa generasi baru saat ini perlu mengambil energi dari Buya Hamka yang tercermin dari perjalanan hidup dan karya-karyanya itu. Pendidikan formal Buya Hamka tidak seperti generasi saat ini, kata dia, tetapi ilmunya begitu luas. “Itu karena tradisi iqra yang melekat kuat pada dirinya,” ujarnya.

Haedar juga mengatakan bahwa karya-karya Buya Hamka baik tentang filsafat, budaya, sastra, maupun keislaman dan tasawuf begitu banyak. Bahkan karya-karyanya begitu diminati di Asia Tenggara. Dengan karya dan perjalanan hidup yang begitu kaya akan khazanah ilmu dan aktivisme, Buya Hamka pantas menjadi tokoh yang diidolakan genrasi saat ini. “Generasi baru mesti banyak belajar dari Buya Hamka,” katanya, Rabu

Sementara itu, Rektor UHAMKA Gunawan Suryoputro dalam pidatonya mengatakan bahwa buah pikiran Buya Hamka memiliki makna yang sangat besar. “Sehingga jika kita lihat sampai sekarang, kekuatan atau pengaruh dari karya beliau begitu kita rasakan, buktinya karyanya masih dijadikan referensi dan dikaji, baik fiksi maupun nonfiksinya,” ujarnya,

Gunawan juga mengatakan, karya yang akan diluncurkan juga di Malaysia ini diharapkan bisa menjadi bahan kajian serius bagi para akademisi di UHAMKA maupun di luar sana. “Di Malaysia, Hamka merupakan sosok yang sangat dikagumi,” ujarnya.

Seminar dan peluncuran ini dihadiri juga oleh beberapa narasumber, di antaranya Ketua ICMI Prof Jimly Asshiddiqie, sastrawan Taufiq Ismail, Ketua PP Muhammadiyah Prof Yunahar Ilyas, dan Buya Afif Hamka

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*