Breaking News

Kahar Muzakkir Pahlawan Nasional, Muhammadiyah Sampaikan Terima Kasih

Kahar Muzakkir Pahlawan Nasional, Muhammadiyah Sampaikan Terima Kasih
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pemghargaan gelar pahlawan nasional kepada KH Kahar Muzakkir, termasuk lima tokoh lainnya. Gelar tersebut dinilai membuktikan pengakuan atas jasa dan pengabdian terhadap Kahar sebagai tokoh kemerdekaan dari Muhammadiyah.

“Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas penganugerahan gelar pahlawan nasional tersebut,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam keterangan seperti diterima, Sabtu (9/11/2019).

Dia juga menyampaikan terima kasih pada semua pihak yang ikut mendukung proses pengusulan Prof Kahar untuk pahlawan nasional seperti Jusuf Kalla, almarhum AM Fatwa, Prof Pratikno, Promono Anung, Riyamizard Riyacudu, Jimly, Azyumardi Azra, Hamengkubuwono X, dan para tokoh lainnya.

Dengan demikian, menurut Haedar, menjadi lengkap paket tiga tokoh kemerdekaan dari Muhammadiyah yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Tiga tokoh pejuang yag telah berhasil diberikan gelar pahlawan nasional yakni Ki Bagus Hadikusumo pada pada November 2015, Mr Kasman Singedimedjo pada 2018, dan Kahar Muzakkir pada 2019.

“Alhamdulilah semua proses administratif telah dilakukan disertai ikhtiar silaturahim, lobi, dan komunikasi yang didukung semua pihak telah berakhir baik dan menggembirakan untuk mengenang jasa tiga tokoh nasional yang berjasa besar bagi Republik ini. Ketiganya tentu tidak menuntut gelar pahlawan, tetapi pemerintah dan semua komponen bangsa patut dan penting menghargai pengorbanan dan jejak perjuangan para tokoh bangsa itu,” ucap Haedar.

Haedar menuturkan, para pejuang kemerdekaan dan siapapun yang berjasa bagi negara sebelum dan sesudah Indonesia merdeka tentu sangat banyak. Ada yang tercatat, dan mungkin masih terdapat yang luput dari perhatian pemerintah.

“Semuanya penting untuk menjadi contoh teladan bagi generasi dan elite bangsa untuk berkhidmat sepenuh hati bagi kepentingan bangsa dan negara,” kata Haedar Nashir.

Haedar menyatakan, Indonesia akan menjadi negara dan bangsa yang berkemajuan sebagaimana dicita-citakan para pendiri negeri ini. Manakala para elite, pejabat, dan warga bangsa semuanya mau berkorban mengutamakan kepentingan Indonesia di atas kepentingan diri, kelompok, institusi, kroni, dan golongan sendiri.

Haedar berharap jauhi sikap saling menegasikan, dan menganggap diri paling bersih.

 

Sumber: Suara Pembaruan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*