Breaking News

Muhammadiyah Luncurkan Online University dan Iuranmu.org

Hasil gambar untuk Muhammadiyah Online University

Bersamaan dengan akan dilangsungkannya Muktamar Muhammadiyah ke-48 yang akan diselanggarakan di Kota Solo, Jawa Tengah pada 1-5 Juli 2020, Muhammadiyah secara resmi meluncurkan Muhammadiyah Online University dan aplikasi Iuranmu.org.

Dalam keterangan tertulisnya, Ketua PP Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir mengatakan, diluncurkannya Muhammadiyah Online University adalah sebagai langkah antisipasi untuk menghadapi era revolusi Industri 4.0 yang serba digital. MOU ini dipersiapkan Muhammadiyah sebagai satu sistem tersendiri yang bisa mencakup kampus Muhammadiyah seluruh Indonesia dengan basis kuliah online.

“Adanya Muhammadiyah Online University ini untuk mengembangkan kuliah tanpa kampus, semuanya berbasis digital,” tutur Haedar Nashir, Selasa (19/11/2019).

Selain itu Muhammadiyah sebagai organisasi yang sejak dulu mendorong kemandirian, dan telah berkembang karena partisipasi warganya, juga meluncurkan aplikasi Iuranmu.org.

Aplikasi atau kanal pembayaran iuran dan infak itu ditujukan bagi warga Muhammadiyah baik yang sudah punya Kartu Tanda Anggota ataupun belum.

Tujuan dari iuran ini adalah untuk menyediakan dukungan finansial yang mencukupi guna mendukung kesinambungan dan kemandirian persyarikatan dalam menyampaikan Dakwah Islamiyah yang sesuai dengan Alquran dan As-Sunnah. Sesuai dengan SK PP Muhammadiyah No 140/2016 bahwa dana iuran yang terkumpul akan didistribusikan kembali sampai level ranting, dengan ketentuan pembagiannya: Pimpinan Pusat 5%, Pimpinan Wilayah 10%, Pimpinan Daerah 15%, Pimpinan Cabang 25%, dan Pimpinan Ranting 45%.

Haedar menegaskan kepada warga Muhammadiyah untuk membayar iuran menggunakan aplikasi yang bisa diunduh ke smartphone masing-masing. Semangat Presiden pertama RI Soekarno untuk membayar iuran juga digunakan sebagai contoh.

“Seluruh keluarga besar Muhammadiyah di seluruh tanah air, ini bukan tayangan untuk ditonton tetapi untuk segera download aplikasi iuranmu.org dan bayar iuran. Pada tahun 1946, selang satu tahun Ir. Soekarno diangkat jadi Presiden RI, beliau menyampaikan sejak menjadi Presiden tidak lagi ditarik iuran Muhammadiyah, sehingga pada tahun 1962 beliau menegaskan kembali semestinya dirinya ditarik iuran, karena Soekarno tercatat secara resmi sebagai anggota Muhammadiyah,” tutupnya.

Muhammadiyah telah menginjak usia yang ke-107 tahun, berkomitmen dalam membangun bangsa, selain membangun infrastruktur pendidikan formal, pendidikan karakter juga menjadi satu hal yang sangat diperhatikan bagi masyarakat Indonesia. Ia menjelaskan bahwa cerdas memiliki makna tajam pikiran dan akal budi manusia. Usaha dalam mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya mempertajam akal pikiran dan akal budi manusia, tetapi juga kebudayaan dan lingkungan serta sistem dimana manusia itu hidup. Dalam hal ini, seorang manusia tidak hanya dapat membaca suatu hal menggunakan akal pikiran. Tetapi juga dengan hati serta budi manusia atau Tafakur, Tadabur dan Tasyakur.

“Tradisi mencerdaskan dalam Islam juga memiliki fondasi pada misi kerisalahan nabi, membangun akal budi berbasis pada akhlak yang mulia. Dengan membaca dan akal budi akhlak mulia, Islam mampu menjadi peradaban yang maju di seluruh muka bumi. Dari situ Islam dapat menyinari zaman dan memberi warna pada peradaban baru. Maka dari itu Kiai Dahlan mengambil tradisi itu dan terus melakukannya bagi kemajuan bangsa ini melalui Muhammadiyah,”ujarnya.
Sumber: Suara Pembaruan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*