Breaking News

SEMINAR & WORKSHOP THE JOURNAL OF ART “ART OF CULTURE”

Seni adalah sebuah keindahan dalam kehidupan manusia. Dalam sebuah bangsa, seni menunjukkan identitas yang salah satunya dirangkum dalam budaya suatu bangsa. Namun, dewasa kini seni budaya bangsa Indonesia kian tergerus oleh budaya lain, sehingga memunculkan istilah bias identitas.

Jurnalistik Liputan Seni FISIP UHAMKA menghadirkan seni budaya bertajuk Seminar & Workshop The Journal of Art dengan tema “Art of Culture”. Kegiatan yang diadakan pada Jumat, 27 Desember 2019 di Audiotorium lantai 4 kampus A UHAMKA Limau, Jakarta Selatan ini merupakan bentuk implementasi dari kegiatan belajar mengajar Jurnalistik Liputan Seni 2017. Mengadaptasi dari fenomena seni tradisional yang kian dilupakan remajakegiatan  ini menghadirkan dua orang pembicara yakni, Kana Fuddy Prakoso; seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Aryani Tina Sitio; pengelola batik Betawi Terogong. Tanggapan positif mahasiswa Jurnalis yang memaknai bahwa kegiatan seorang jurnalis tidak melulu soal menulis, tetapi juga harus mampu untuk mewujudkan dalam bentuk kegiatan yang nyata—pada akhirnya mensukseskan konsep kegiatan yang merupakan cetusan dosen pengampu Jurnalistik Liputan Seni; Sri Mustika.

“implementasi seperti ini sangat bagus, artinya kita tidak hanya bicara soal teori tetapi kita juga bisa mempraktekkannya seperti apa. Saya harap untuk mata kuliah yang nantinya punya potensi untuk mengimplementasikan dalam bentuk kegiatan seperti ini akan sangat bagus, jadi ilmunya bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga berguna untuk orang lain. Diharapkan kedepannya akan ada inovasi-inovasi baru.”, jelas Tellys Corliana, Dekan FISIP UHAMKA. Implementasi teori dalam bentuk kegiatan seperti seminar dan workshop ini turut memberikan pelatihan membuat batik dan cap, setelah sebelumnya diberikan materi tentang batik, terkhusu batik Terogong khas Betawi.


Kolaborasi pemusik Indonesia dengan pemusik India menampilkan tarian India.

Foto dosen FISIP UHAMKA bersama pemusik India.

Dibuka oleh Dekan FISIP UHAMKA, kegiatan ini berlangsung sejak pukul 10 pagi hingga empat sore. Menghadirkan penampilan kolaborasi antara seniman asal India dan asal Indonesia yang membawakan tarian budaya India menggunakan dua buah alat musik khas India yakni, Sursingar dan Gubguba, juga alunan gelang kaki yang menghasilkan bunyi gemerincing. Dimeriahkan oleh pertunjukkan Pencak Silat, Fashion Show, pembacaan puisi dan penampilan band tongkrongan Bali House, yang kemudian ditutup dengan penampilan Band dari Stickroy. Menampilkan dekorasi khas Betawi lengkap dengan 30 buah potret budaya Betawi beserta penjelasannya, juga berbagai lukisan unik berukuran besar karya mahasiswa, terkhusus dari peminatan Jurnalistik FISIP UHAMKA. Kegiatan ini terbuka untuk umum, turut mengundang jajaran pimpinan akademik FISIP UHAMKA berikut dosen terkait dan dosen lintas minat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*