Breaking News

GEDUNG FAKULTAS KEDOKTERAN UHAMKA DIRESMIKAN

Ketersedian dokter ahli di bidang kesehatan kerja di Indonesia masih sangat kurang. Dari 300 ribu industri di tanah air dan baru tersedia 25 ribu dokter yang ahli di bidang tersebut. Karena itu, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), siap mencetak lulusan yang memiliki kompetensi di occupational health (kesehatan kerja).

Dalam acara peresmian tersebut, dilakukan penandatanganan prasasti. Bertindak sebagai sebagai penanda tangan prasasti yaitu Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir M.Si , PLt Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah III Dr. M. Samsuri, S. Pd , MT dan Rektor UHAMKA Prof. Dr. Gnawan Suryoputro, M.Hum.

Selain itu turut hadir pada acara peresmian diantaranya Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah,Wakil Rektor UHAMKA, BPH UHAMKA, Rektor PTN , PTS dan PTM, para pimpinan fakultas dan ketua lembaga UHAMKA dan para stakeholder. 

Terkait kebutuhan tenaga medis di bidang kesehatan kerja juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran, UHAMKA, Dr. dr. Wawang S. Sukarya, Sp.OK(K), MARS, MH.Kes. “Peluangnya sangat besar,” katanya menjelaskan, ”kekurangannya hampir delapan sampai 10 kali lipat.”

Jika itu diperbandingkan jumlah dokter ahli kesehatan kerja  dengan tenaga keja yang ada mencapai angka 1 berbanding 4.500 pekerja. “Padahal, idealnya satu berbanding 200 sampai 500 pekerja,” imbuhnya.

Dalam penerimaan mahasiswa, FK UHAMKA saat ini sudah memasuki tahun kedua. Namun, gagasan pendirian FK UHAMKA, sebenarnya sudah dirintis sejak tahun 2013, yaitu sejak masa kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Suyatno, M.Pd. Setelah berkas-berkas dokumen pendirian dikumpulkan lantas dibentuk Tim Persiapan Pembukaan Fakultas Kedokteran UHAMKA, yang dipimpin oleh  Drs. Sumaryono, M.B.A. dan Dr. dr. Wawang S. Sukarya, Sp.OG(K), yang saat ini menjabat sebagai Dekan fakultas Kedokteran.

Untuk memenuhi praktik mahasiwa, Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Pondok Kopi dijadikan rumah sakit pendidikan bagi Fakutas Kedokteran UHAMKA. Penunjukan tersebut tertuang dalam Nota Kepahaman No. 166/C.01.08/2015  tanggal 30 Januari 2015. Setelah melalui perjuangan yang panjang –termasuk masa lima tahun moratorium– akhirnya FK UHAMKA memperoleh izin pendirian pada 27 Februari 2018 dengan SK Pendirian No. 250/KPT/I/2018.

Dalam sambutannya Ketua Umum PP Muhammadiyah  menyampaikan apresiasinya terhadap UHAMKA atas pembangunan gedung Fakultas Kedokteran tersebut. Dengan perkembangan fisik dan kemajuan akademik yang diperoleh UHAMKA saat ini, Haedar yakin ke depan UHAMKA akan menjadi salah satu universitas papan atas di negeri ini.


Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir M.Si memberikan sambutan

“Dengan fasilitas yang sudah dimiliki UHAMKA, maka saya berharap bisa segera go internasional. Tentu peningkatan secara kuantitas tersebut tetap harus ada ruh, jiwa dan memperhatikan kualitas pendidikan,”ungkap Ketum PP Muhammadiyah.

Tanpa ruh dan jiwa, maka pembangunan hanya akan terlihat baik dalam hitungan lima tahun saja. Tetapi pada tahun ke-6 maka akan rusak bahkan roboh.

“Jadi saya mengingatkan jangan sombong dengan kesuksesan yang kita raih, jangan sewenang-wenang saat memiliki kekuasaan. Nilai dan spiritualitas tetap harus kita junjung tinggi,” lanjutnya.

Untuk tetap menjaga marwah Muhammadiyah, menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah, ada beberapa hal yang perlu diletakkan UHAMKA juga perguruan tinggi Muhammadiyah yang lainnya yakni berkhidmat dengan dua nilai dasar yakni keihlasan dan komitmen. Berhikmat ini harus dipegang teguh oleh dosen, karyawan, pimpinan perguruan tinggi dan mahasiswa.

“Kesetiaan seluruh civitas akademika untuk bersama-sama bekerja keras memajukan UHAMKA itulah bagian dari komitmen,” jelas beliau.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UHAMKA Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum. menyampaikan membangun Fakultas Kedokteran UHAMKA dilakukan dengan proses perjuangan panjang yang memakan waktu 4 tahun dan proses pembangunan gedung Fakultas Kedokteran sendiri berlangsung selama kurang lebih 18 bulan.  Setelah mengajukan permohonan izin membuka program studi kedokteran, akhirnya Kemenristekdikti melalui Surat Keputusan Menristek akhirnya menerbitkan ijin bernomor 250 tahun 2018 program sarjana dan profesi dokter.


Sambutan Rektor UHAMKA Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum.

“Sejak kita peroleh izin membuka Fakultas Kedokteran pada 2018, Kemenristekdikti meminta agar UHAMKA segera melengkapi fasilitas berupa gedung selambatnya 24 bulan sejak ijin diterbitkan sebagai bagian dari komitmen UHAMKA, Gedung tersebut kini sudah mulai difungsikan sebagai tempat kuliah dan berbagai kegiatan lainnya.” jelas Rektor.

Selain itu, acara peresmian juga di adakanya pemeriksaan kesehatan gratis dan pameran alat peraga kesehatan kedokteran (manekin)


Wakil Rektor III UHAMKA Bunda Dr. Lelly Qodariah, M.Pd melakukan pengecekan kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*