Breaking News

Bersyukurlah walau Pandemi membersamai

Pandemi global COVID-19 yang tidak kunjung mereda agaknya membuat gerah bahkan sesak karena agenda kita menjadi terbatas sementara kebutuhan terus bertambah. Bagaimana cara kita bersyukur atas pandemi global COVID-19 sementara secara realitas lebih banyak menimbulkan kerugian dibandingkan memberikan keuntungan?

Astagfirullahalazim, tapi apakah benar begitu? Yuk kita coba melihat situasi Pandemi global COVID-19 melalui sisi yang lain.

Salah satunya dalam refleksi QS. Al Baqarah: 185 yang memiliki arti “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Pembahasan reflektif melalui Podcast UHAMKA #Episode14 yang berjudul “Bersyukurlah Walau Pandemi Membersamai” oleh Dosen Al Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Munammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Ahmad Fihri., MA., akan membawa kita untuk menemukan titik nikmat bersyukur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*