Breaking News

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sarankan Sholat Id di Rumah

1tohirin

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyebut Salat Id secara massal sebaiknya ditiadakan jika pemerintah belum menyatakan Indonesia terbebas dari virus corona (Covid-19).

Hal itu tercantum dalam surat edaran Nomor 04/EDR/I.0/E/2020 Tentang Tuntutan Salat Idulfitri dalam Kondisi Darurat Pandemi Covid-19 yang ditandatangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

“Apabila pada tanggal 1 Syawal 1441 H yang akan datang keadaan negeri Indonesia oleh pihak berwenang (pemerintah) belum dinyatakan bebas dari pandemi Covid-19 dan aman untuk berkumpul orang banyak, maka Salat Idulfitri di lapangan sebaiknya ditiadakan atau tidak dilaksanakan,” bunyi salah satu poin edaran yang dikeluarkan hari ini, Kamis (14/5).

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerbitkan surat edaran untuk menggelar salat Idulfitri 1441 Hijriah di rumah. Hal tersebut dilakukan untuk mengantispasi penyebaran pandemi virus korona (covid-19).

“Jadi kita mengeluarkan edaran terkait kajian tersebut dan akan kami masifkan ke pengurus di wilayah supaya untuk bisa dilaksankan,” ujar Wakil Ketua Bidang Kerja Sama dan Advokasi MCCC PP Muhammadiyah, Corona Rintawan, dalam konferensi pers di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis, 14 Mei 2020.

Namun, ia menekankan PP Muhammadiyah tidak bermaksud memaksakan warganya melaksanakan salat Idulfitri di rumah. Surat bersifat persuasif.

“Kami menyadari bahwa ini tidak berupa instruktif ya. Tapi persuasif tetap kami lakukan,” tutur dia.

Rintawan menyebut surat edaran menjadi instruksi resmi dari pimpinan pusat untuk dilaksankan di setiap tatanan pengurus Muhammadiyah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan Fatwa Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idulfitri Saat Pandemi Covid-19. Masyarakat bisa melaksanakan ibadah syiar keagamaan itu di kediaman masing-masing.

“Salat Idulfitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjemaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama yang berada di kawasan penyebaran covid-19 yang belum terkendali,” demikian tertulis dalam fatma MUI yang dikeluarkan Rabu, 13 Mei 2020.

MUI tetap memperbolehkan masyarakat salat Idulfitri secara berjemaah di tanah lapang, masjid, musala, atau tempat lainnya. Namun, ketentuan ini hanya berlaku bila kawasan tersebut sudah terkendali dari korona pada 1 Syawal 1441 Hijriah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*