Pada akhir Bulan Juli, umat Islam di dunia akan merayakan hari raya Idul Adha berserta dengan ibadah-ibadah sunnahnya di bulan Dzulhijjah.
Namun, dalam kondisi dunia dilanda Virus Corona, beberapa instansi keagaamaan membuat tuntunan terkait ibadah Idul Adha 2020.
Seperti Muhammadiyah yang mengeluarkan fatwa melalui Ketua Divisi Fatwa dan Pengembangan Putusan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fuad Zein.
Berdasarkan keterangan pada Jumat (17/7/2020) melalui situs Muhammadiyah, Fuad menerangkan soal tuntunan ibadah Idul Adha 2020.
Utamanya, ibadah Idul Adha 2020sebaiknya dilakukan di rumah terlebih bagi yang bertempat tinggal di zona merah.
Tentunya hindari pula kerumunan meski kebijakan new normal sudah diterapkan.
“Salat idul Adha itu hukumnya sunah muakadah. Tetap dianjurkan agar dilaksanakan di rumah masing-masing, terutama daerah yang belum dinyatakan aman dari persebaran Covid-19,” ujar Fuad.
Namun, jika berada di wilayah zona hijau boleh melakukan salat berjamaah dengan ketentuan yang berlaku.
“Salat Idul Adha 2020 bisa dilaksanakan di lapangan kecil atau tempat-tempat terbuka dan jumlah jamaah tidak membawa kerumunan besar dengan beberapa protokol kesehatan yang harus diperhatikan,” tambahnya dalam Pengajian Tarjih secara daring pada, Rabu (15/7/2020) dengan tema Tuntunan Ibadah Idul Adha 2020 di masa Pandemi.
Selain itu takbir, dan kegiatan sunnah Idul Adha 2020 lainnya juga bisa dilaksanakan.
Panduan Berkurban
Sebelumnya, pada Kamis (2/7/2020) Muhammadiyah juga lebih dulu menerbitkan fatwa soal penyembelihan hewan kurban.
Surat edaran tersebut diterbitkan berisi tentang tuntunan ibadah Puasa Arafah, Idul Adha, Kurban, dan Protokol Ibadan Kurban di masa pandemi Virus Corona.
“Pandemi Covid-19 menimbulkan masalah sosial ekonomi dan meningkatnya jumlah kaum duafa, karena itu sangat disarankan agar umat Islam yang mampu untuk lebih mengutamakan bersedekah berupa uang daripada menyembelih hewan kurban,” tulis Muhammadiyah.
Penjelasan tersebut harus memerhatikan nilai dasar dan asas umum agama Islam antara lain.
1. Nilai dasar saling membantu
2. Nilai dasar solidaritas
3. Asas kemanfaatan sebagai turunan dari nilai dasar solidaritas
Namun, bagi mereka yang mampu membantu penganggulangan dampak ekonomi Covid-19 sekaligus mampu berkurban maka bisa melaksanakan keduanya.
Selain itu, jika tetap berkurban ada beberaa tuntunan yang bisa dilakukan, antara lain:
Penyembelihan dilakukan di rumah pemotongan hewan agar sesuai syariat dan higienis.
Hewan yang disembelih dibatasi untuk menghindari kemubaziran.
Disembelih oleh tenaga profesional untuk menghindari kerumunan massa.
Lengkapi protokol kesehatan yang ketat sehingga dapat menjamin keamanan dan keselamatan.
Akan tetapi jika hewan kurban berupa kambing atau domba sebaiknya disembelih di rumah masing-masing oleh tenaga profesional dan apabila mampu dapat disembelih sendiri oleh orang yang berkurban (ṣāhibul-qurbān).
Sementara pembagian daging kurban diantar oleh panitia ke rumah masing-masing penerima dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Leave a Reply