29 JULI 2020

Kali ini saya tampilkan ulasan seorang ulama besar pada masanya dan telah banyak melahirkan tulisan tulisan yang sangat bagus untuk kita kaji ulang yaitu tentang puncak dosa.

Dosa itu kita tau adalah racun kehidupan. Dia merusak qalbu, merusak otak, merusak badan, merusak keluarga bahkan kata kata ini tidak asing di telinga kita.

Jelas kemurkaan Allah karena mengarang- ngarang yang bukan berasal dari ajaran agama. Inilah yang dimaksud dalam ujung surah al- Faatihah, yaitu al-Maghdhubi ‘Alaihim.

Sekarang ayat 116 menerangkan orang musyrik yang tersesat atau Dhalalan Ba’idan, sesat yang jauh sekali. Yang disebut di akhir surah al-Faatihah adh-Dhaallin.
Orang yang mengakui telah Islam pun bisa pula jadi musyrik, mempersekutukan yang lain dengan Allah karena hawa nafsunya.

“ Adakah engkau lihat (utusan-Ku) betapa hal orang yang bertuhan kepada hawanya sendiri … Apakah engkau sangka bahwa sebagian besar mereka itu mendengar ataupun berpikir? Keadaan mereka tidak lain,
hanyalah laksana binatang-binatang saja, bahkan lebih sesat lagi dalam perjalanan.” (al- Furqaan: 43-44).

sumber :

(Buya HAMKA, Tafsir Al-Azhar, Juz ‘Amma Hal. 78-79, Jilid 1 Hal. 617-618, Jilid 2 Hal. 459).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 4 =