Universitas Muhammadiyah Prof Dr. HAMKA menggagas sebuah gerakan untuk menolong orang-orang yang terdampak pandemi ini, dengan membentuk sebuah komunitas bernama Al Maun. 200 relawan turut bergabung, mereka terdiri atas dosen, karyawan, dan mahasiswa. Dalam kegiatan ini UHAMKA menyediakan dana sejumlah 1 milyar rupiah. Dan dengan semangat yang luar biasa, para sukarelawan menggalang donasi hingga dana yang terkumpul mencapai 10 milyar rupiah. Bantuan berupa sembako, peralatan kesehatan, dan uang tunai mulai di sebar di daerah Jabodetabek. Para relawan ini mulai bergerak dari bulan Juni hingga saat ini.

Salah satu kelompok masyarakat yang juga mendapatkan bantuan dari UHAMKA adalah KUBE PENDA. Mereka merupakan sekelompok penyandang cacat yang tinggal di Bojong Menteng, Bekasi. Sekitar 50 orang penyandang cacat bernaung didalamnya. Sebagian dari mereka tinggal dalam satu rumah, dan sebagian lagi tinggal di sekitar rumah inti. Selama ini mereka menghidupi diri dengan berjualan nasi pecel di acara Car Free Day setiap hari minggu dan menjajakan camilan berkeliling kota. Dengan adanya pandemi Covid 19, aktivitas berjualan mereka harus dihentikan. Hal ini sungguh tidak mudah bagi mereka, apalagi dukungan dari para donatur pun berkurang karena mereka juga terkena dampak dari pandemi ini.

UHAMKA melalui salah satu sukarelawannya, ibu Novanita W. Arini dan beberapa mahasiswa menyalurkan bantuan berupa sembako dan uang tunai pada KUBE PENDA. Ibu Paini selaku ketua menerima langsung bantuan ini. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan UHAMKA yang bergerak langsung terjun ke masyarakat. Bantuan yang diberikan berupa sembako dan uang tunai. Dengan adanya bantuan ini beban mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat berkurang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 3 =