Penistaan terhadap agama Islam terus berulang. Terakhir, ujaran kebencian terhadap Islam dikampanyekan Apollinaris Darmawan (68) pengarang buku “Jokowi dan Ben-Hur” tersebut melalui akun media sosialnya. 

Tidak tanggung-tanggung Apollinaris pernah dilaporkan dengan kasus yang sama beberapa tahun lalu. Seperti tidak rasa kapok, sehingga ia terus menista Islam secara frontal.  

Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dadang Kahmad, menilai kasus penistaan terhadap Islam disengaja. Apalagi, pelakunya pada kasus terakhir adalah seorang penulis dan pastinya dia mengentahui adanya delik untuk penistaan agama. “Tetapi sepertinya orang itu ada sengaja itu perlu ada penelitian yang seksama,” ujar Dadang saat dihubungi  Rabu (12/8). 

Dadang juga mengaku heran dengan keberanian mereka mengolok-ngolok Islam. Padahal agama apapu itu bukan untuk dihina, justru agama harus dijunjung tinggi, karena agama juga mengajarkan kebaikan kemuliaan cinta Tuhan seperti itu. Kalaupun berbeda agama tetap sangat tidak diperkenankan menghina agama lain. Mengingat setiap agama memiliki aturan atau rambu-rambu untuk tidak menghina agama lain agama-agama lain.  

Selanjutnya, Dadang berpesan agar masyarakat tidak terprovokasi mereka yang melecehkan agama. Dia meminta masyarakat menyerahkan kasus penistaan agama kepada proses hukum nanti yang berjalan. Namun bahwa masyarakat, terutama Umat Islam sangat marah dan kesal adalah hal yang wajar. 

“Karena memang agama itu sesuatu yang paling sensitif di dunia. Karena itu tapi saya mohon pada semuanya menahan diri untuk tidak menjadikan ini sebagai pemicu terjadinya konflik sosial,” imbau Dadang.  

Leave a Reply