FEB UHAMKA berkesempatan mengadakan kunjungan ke Klaten dalam rangka studi pembelajaran tentang pengelolaan dan pengolahan sampah, dan juga dalam rangka melakukan survey terhadap produk mesin pengolahan sampah lokal yang diproduksi disana.

Klaten dijadikan salah satu destinasi pembelejaran bukanlah tanpa sebab, hal tersebut karena Klaten telah menjadi salah satu daerah yang dapat dikatakan berhasil dalam mengentaskan problematika yang disebabkan oleh sampah. Klaten selain terkenal karena olahan panganan belutnya, perlahan mulai dikenal sebagai daerah yang mampu mengolah sampahnya sedemikian rupa sehingga mampu menghasilkan produk baru yang memiliki nilai jual yang tidak sedikit.

BBM menjadi salah satu produk yang berhasil melambungkan nama Klaten sebagai pionir produk minyak hasil Pirolisis yang mampu mengkonversi sampah anorganik, serta oli bengkel bekas menjadi produk minyak, dari solar hingga minyak tanah dengan kualitas yang prima. Selain itu di setiap desa di Klaten terdapat TPS yang sekaligus menjadi sentra pengolahan dan pengelolaan sampah menjadi produk jadi yang sangat bernilai. Sebut saja TPS 3R Maju Jaya yang terletak didesa Jatipuro Trucuk Klaten, setiap harinya TPS ini mampu menampung sampah rumah tangga dari total 1267kk yang tersebar disana, yang bila ditotalkan bobot sampah rumah tangga ini mencapai 10 Ton disetiap pekannya.

Srikandi yang menjadi ketua TPS ini menyamaikan bahwa dari total 10 Ton sampah yang datang ke TPS nya pada setiap minggunya ini mampu dikonversikan menjadi 4 ton pupuk kompos atau ada sekitar 40% total sampah yang mampu diserap menjadi produk bernilai jual. Disisi lain kami berhasil melihat secara langsung bagaimana proses pengolahan sampah organik disana dari mulai pemilahan sampah, proses pencacahan, fermentasi sampah organik yang telah dicaccah selama 21 hari, hingga pada akhirnya terkonversi menjadi produk pupuk kompos.

Selain itu dalam rangka kunjungan ini FEB UHAMKA berkesempatan melihat langsung pengolahan sampah anorganik dan oli bekas, dikonversi menjadi minyak bahan bakar bermutu tinggi. Wisnu salah satu pionir dan salah satu pencipta mesin pirolisis ini menyatakan bahwa hasil pengolahan pirolisisnya bahkan jauh lebih unggul dari pada produk pirolisis serupa hasil olahan mesin impor.

Dirinya menjamin bahwa hasil bahan bakar yang dihasilkan berkualitas jauh lebih baik dari pada hasil olahan produk mesin impor dikarenakan bahan bakar minyak hasil olahannya lebih jernih dan akan lebih cepat proses pembakarannya, selain itu produknya telah melalui hasil riset yang mendalam dan dipatkan fakta pengujian bahwa produk BBM nya mampu tetap dalam keadaan jernih bahkan setelah 4 bulan. Dilain sisi hasil residu dan emisi proses pengkonversiannya lebih ramah lingkungan, serta residu pengolahannya tidak akan menghasilkan residu berupa pengerakan akibat proses pembakarannya, namun residunya terkonversi menjadi pasir.

Tujuan studi pembelajaran ini untuk mengetahui bagaimana cara pengelolaan dan pengolahan sampah yang baik, serta bagaimana cara mengkonversi sampah yang selalu menjadi polemik di Jakarta, sehingga mampu dikonversi menjadi produk yang bernilai jual. Harapannya dari proses ini, selain mampu mengentaskan masalah lingkungan, juga mampu untuk mengentaskan permasalahan sosial ekonomi masyarakat, dengan ikut serta mengajak masyrakat agar memilki keperdulian dalam rangka menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat dikemudian hari. 

Penulis: Lambang Wiji Imantoro Mahasiswa Program Studi Manajemen FEB UHAMKA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − six =