Pemulung  merupakan bagian dari   komunitas miskin  perkotaan yang aktivitas  kesehariannya  pada sektor  informal dengan melakukan  pengumpulan barang  bekas untuk  dijual demi memperoleh pendapatan. Kondisi kemiskinan dan ketidakmampuan ekonomi membuat pemulung tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok secara maksimal. Salah satu yang dapat menjadi dampak dari situasi tersebut adalah masalah kesehatan. Pendidikan dan pengetahuan yang cenderung kurang, akses terhadap informasi kesehatan yang minim, kurang terpaparnya informasi kesehatan, dapat menjadi penyebab munculnya masalah kesehatan. Oleh karena itu, perlunya edukasi untuk memberikan dampak yang positif terhadap awareness dan pengetahuan teruatama tentang gizi dan kesehatan.

Kegiatan edukasi masyarakat pemulung, khususnya ibu rumah tangga sebagai garda terdepan dalam menyediakan makan di keluarga menjadi fokus utama oleh Widya Asih Lestari, S.Gz., MKM (Dosen Gizi) di wilayah Lapak Jatayu, Kel. Kebayoran Lama Utara, Kec. Kebayoran Lama Kota Jakarta Selatan, pada hari Minggu, tanggal 20 Mei 2020 di Posyandu Jatayu. Edukasi yang diberikan kepada Ibu Rumah Tangga dan Ibu-Ibu Kader diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk solusi terhadap masalah kesehatan.  Masalah kesehatan yang muncul saat ini berkaitan dengan penyakit tidak menular. Dimana salah satu penyebab dari munculnya penyakit tidak menular tersebut adalah gaya hidup yang tidak sehat, terutama pada pola makan.

Pola makan merupakan suatu bentuk perilaku yang dapat mempengaruhi keadaan gizi. Gizi yang optimal sangat penting untuk pertumbuhan normal serta perkembangan fisik dan kecerdasan bayi, anak-anak, serta seluruh kelompok umur. Gizi yang baik membuat tubuh menjadi tetap sehat dan terhindar dari berbagai serangan penyakit kronis ataupun tidak menular. Panduan Gizi seimbang dan isi piring makanku merupakan salah satu pedoman yang dapat digunakan untuk pemenuhan gizi keluarga. Ibu sebagai pemeran utama dalam menyediakan makanan dikeluarga perlu mengetahui bagaimana menyediakan makanan yang sehat sesuai dengan gizi seimbang.

Lalu bagaimana menu makanan yang sesuai dengan gizi seimbang? Ya, jawabannya adalah menu makanan yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh serta memperhatikan komposisi kelengkapan dari makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan.

Jumlah peserta dalam kegiatan tersebut adalah 20 ibu rumah tangga dan 2 kader posyandu. Media yang digunakan adalah poster dan video. Poster-poster yang digunakan diantara lain poster tentang Gizi seimbang, Panduan piring makanku, Jurus agar anak mau makan buah dan sayur, Ibu bijak dalam memilih Gula, Garam, dan Lemak. Berkaitan dengan kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan, Sebagian besar ibu kurang memahami bagaimana gizi seimbang, bagaimana pengaturan makan yang sesuai gizi bagi bayi balita. Peran ibu disini sebagai garda terdepan dalam memberikan makanan yang sehat dan bergizi pada anak. Sebagian besar menyampaikan bahwa anak-anak mereka tidak suka dengan sayur dan buah, sehingga 2 jenis bahan makan tersebut sangat jarang di berikan dan dikonsumsi oleh anak-anak. Anak-anak lebih menyukai makanan jajanan dan makanan yang digoreng. Makanan-makanan tersebut termasuk makanan yang rendah zat gizi dan tinggi kalori yang sangat berbahaya bagi Kesehatan anak. Adanya materi tentang bagaimana agar anak mau makan buah dan sayur memberikan solusi bagi para ibu-ibu yang selama ini merasa kesulitan dengan pola makan anak yang lebih suka jajan dari pada buah dan sayur.

Meningkatnya pengetahuan peserta dapat dilihat dari proses penyuluhan yang dilakukan. Sebagai dampak dari adanya pandemic covid, edukasi dilakukan dengan cara personal, one by one dan dilakukan secara bergantian. Adanya interaksi secara personal memberikan ruang bagi ibu untuk lebih fokus terhadap penjelasan yang diberikan dan dapat bertanya secara langsung kepada penyuluh. Setelah proses edukasi dan tanya jawab, peserta penyuluhan dibekali 4 mini poster ukuran A5 yang bisa ditempel dirumah. Hal ini diharapkan para peserta dapat kembali membaca materi yang sudah diberikan.

Penulis : Widya Asih Lestari, S.Gz., MKM

Dosen Prodi Gizi Uhamka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 2 =