Berbicara mengenai ilmu pengetahuan baik alam ataupun sosial dan pendidikan memang selalu menarik karena sifatnya yang dinamis dari waktu ke waktu dan tentu saja takan pernah ada habisnya. Pasalnya alam dan sosial merupakan satu rangakaian kesatuan dalam hidup yang tidak pernah terlepas dari berbagai pembaharuan sesuai dengan kondisi dan perkembangan zaman.

Dengan menggandeng banyak profesor dunia yang ahli di bidangnya, Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Lemlitbang) Univeritas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka dengan yakin menyelenggarakan International Conference yang bertema “Innovative Research in Science and Education in the Disruptive Era” Rabu, (21/10).

Acara ini berlangsung hingga 23 Oktober mendatang. Berbagai pembicara yang berasal dari berbagai universitas terkemuka dunia seperti Jepang, Malaysia, Amerika, Inggris dan Australia turut serta dalam kegiatan ini. Dengan  terselenggara melalui video conference zoom, serta dihadiri lebih dari 300 peserta dari berbagi kalangan akademisi.

Terselenggaranya acara ini tentu dapat membuka ruang diskusi yang interaktif terkait dengan langkah-langkah inovatif yang dilakukan oleh berbagai negara dalam menghadapi berbagai perubahan dunia. Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M. Hum. Selaku Rektor Uhamka menjelaskan dalam sambutannya bahwa forum Internasional seperti ini berfungsi sebagai upaya atas sikap responsif para ahli dalam mengatasi sebuah permasalahan yang terjadi, umumnya masalah pendidikan di era distrupsi seperti sekarang ini.

Memasuki era industri 4.0 ditambah dengan adanya wabah Covid-19, merupakan momentum bagi adanya distrupsi terhadap pendidikan. Diseluruh dunia memiliki cara tersendiri untuk tetap menjaga stabilitas jalannya kegiatan pendidikan agar tetap terselenggara sebagaimana mestinya.

“Kurikulum yang berubah, inovasi dan proses pembelajaran yang kreatif menilai keluaran dan hasil sebagai solusi pendidikan di era distruptif ini” kata Rektor Uhamka

Prof. Dr. Suswandari, M.Pd. selaku ketua Lemlitbang Uhamka mengucapkan terimakasih atas dukungan penuh dari berbagai pihak, sehingga ia bersama tim dapat menyelenggarakan acara ini dengan khidmat. Konferensi Internasioanal yang pertama kali terselenggara ini, tentu juga diharapkan dapat meningkatkan daya kritis kita sebagai masyarakat untuk sama-sama berkolaborasi dalam upaya meningkatkan mutu penelitian dan keilmuan, serta mengembangkannya. 

“Jika tidak meneliti maka tidak akan mengetahui hal-hal baru yang harus digali lebih dalam kemudian dikembangkan dengan inovasi yang dipunya” ujar Suswandari.

Berbagai perbedaan adat dan budaya yang terjadi disetiap negara, menjadikan kita dapat belajar satu sama lain dan dapat memecahkan sebuah permasalahan bersama dalam forum internasional ini. Ia juga berharap bahwa acara ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat terus berkelanjutan sebagaimana yang diharapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − ten =