PGSD UHAMKA Adakan Pendampingan Tenaga Pendidik dalam Meningkatkan Kreativitas Adaptasi PJJ di masa Pandemi

Sejak kemunculan kasus pertama positif Covid-19 di Indonesia tanggal 2 Maret 2020, jumlah kasus terkonfirmasi positif dan meninggal masih terus meningkat. Pandemi Covid-19 berdampak sistemik dan mengganggu hampir seluruh aspek kehidupan manusia termasuk di bidang pendidikan tinggi.

Secara global, United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) melaporkan pada tanggal 20 April 2020 sudah 191 negara menutup satuan pendidikan dengan 1,575,270,054 peserta didik terdampak.

Di Indonesia Pandemi Covid-19 berdampak pada 646.192 satuan pendidikan, 68.801.708 Peserta Didik, dan 4.183.591 Pendidik mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini sampai Pendidikan Tinggi, Pendidikan Khusus, Pendidikan Vokasi, Pendidikan Masyarakat, Kursus dan Pendidikan Keagamaan (Kemendikbud, 2020).

Dalam menanggulangi dampak Covid-19, Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan menetapkan bencana non-alam penyebaran Covid-19 sebagai bencana nasional.

Kebijakan ini berdampak langsung terhadap kegiatan yang bersifat komunal atau menghimpun orang banyak dalam suatu tempat, Sekolah merupakan institusi yang diliburkan dan siswa melakukan proses pembelajaran dari rumah.

Kegiatan dilakukan Tim PKM salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa secara interdisipliner, sebagai salah satu bentuk kegiatan catur dharma perguruan tinggi Muhammadiyah.yang terdiri dari ketua Khavisa Pranata,M.Pd, Anggota Aslam, M.Pd, Dra Rahmiati, M.Psi dan beberapa mahasiswa yang terlibat PKM ini yaitu Nur Azizah, Hanni Funica, Dava Fauzan.

Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Susukan 08 pagi Jakarta Timur. Sebelum dilaksanakan Tim melakukan wawancara dengan Bapak Mochamad Zaenudin selaku Kepala sekolah dan guru SDN Susukan 08 pagi, beliau mengutarakan  kendala dalam proses KBM secara daring/ Pendidikan jarak jauh diantaranya, Kapasitas mengajar guru di sekolah dalam pembelajaran literasi dan numerasi. Adaptasi Proses Pembelajaran Baru Selama COVID-19 masih kurang maksimal, Penggunaan aplikasi dan modul adaptasi pembelajaran selama pandemi Covid-19 pada pengajar, peserta didik, dan wali murid belum familiar/ belum terbiasa, Guru belum maksimal mengadaptasi penggunaan teknologi secara efektif dalam kegiatan belajar dari rumah.

Kegiatan yang dilakukan dapat membantu pembuatan perangkat pembelajaran yang berbasis teknologi untuk keperluan kegiatan belajar-mengajar.

Dalam kegiatan ini fokus utama Tim PKM PGSD UHAMKA adalah membantu mitra yaitu pihak sekolah dalam mengatasi permasalahan seperti yang disebutkan di atas yaitu Membantu sekolah dasar dalam peningkatan kapasitas mengajar seperti menjadi guru kunjung atau guru bantu di sekolah dalam pembelajaran literasi dan numerasi. dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Membantu guru dalam adaptasi teknologi saat melaksanakan Pendidikan Jarak Jauh, Melakukan kegiatan yang mendukung kepala sekolah dasar dalam kegiatan adiministrasi sekolah, seperti membantu sekolah dalam urusan adiministrasi penujang kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Memperkenalkan penggunaan aplikasi dan modul adaptasi pembelajaran selama pandemi Covid-19 pada pengajar, peserta didik, dan wali murid, membantu pembuatan perangkat pembelajaran yang berbasis teknologi untuk keperluan kegiatan belajar-mengajar, kegiatan ini dilakukan selama satu bulan.

Di akhir kegiatan, beberapa guru menyampaikan, bahwa kegiatan pendampingan ini sangat bermanfaat. Para guru mendapatkan pemahaman dan menjadi semakin terampil mengadaptasi penggunaan teknologi Pendidikan jarak jauh dalam proses kegiatan KBM dimasa pandemic covid -19. 

Oleh   : Khavisa Pranata, M.Pd

Email : [email protected]

Dosen PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka

Leave a Reply