Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan proklamator RI Soekarno atau Bung Karno merupakan sosok pemimpin yang cerdas.

Pemikiran Bung Karno, menurut Haedar, dapat melampaui tiap generasi.

“Kita belajar dari Bung Karno tentang sosok pemimpin yang cerdas, berilmu, berwawasan, dan bervisi kebangsaan yang melintas batas. Beliau gemar membaca dan visi kebangsaan yang melampaui zamannya,” ucap Haedar dalam Haul 51 tahun Bung Karno yang digelar secara virtual, Senin (21/6/2021).

Doa lintas agama untuk peringati HAUL ke-51 Presiden Pertama RI, Ir Soekarno diikuti umat Buddha, Hindu, Kristen, Katolik, Konghucu dan Islam


Doa lintas agama untuk peringati HAUL ke-51 Presiden Pertama RI, Ir Soekarno diikuti umat Buddha, Hindu, Kristen, Katolik, Konghucu dan Islam

Bung Karno, bagi Haedar adalah seorang pembelajar yang selalu haus ilmu belajar kepada siapapun.

Selama hidupnya, Haedar mengungkapkan bahwa dirinya belajar dari tokoh nasional seperti HOS Tjokroaminoto dan tokoh-tokoh lain yang menjadi rujukan dari sejarah.

“Bung Karno juga sosok yang mampu mengintegrasikan keagamaan, ke‐Islaman, dan kebangsaan atau ke-Indonesiaan,” tutur Haedar.

Haedar menceritakan Bung Karno adalah sosok yang selalu mencari titik temu tentang agama.


Bung Karno, katanya, memberi teladan bahwa agama dan Islam, bukanlah lawan dari ke-Indonesiaan dan kebangsaan.

Selain itu, Haedar menilai jiwa kenegarawan Bung Karno mampu melintas batas dan melampaui segalanya.

“Beliau mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dari kepentingan diri dan kelompoknya. Bung Karno berdialog dengan siapa saja Bahkan tetap menjalin hubungan kata dengan mereka yang berpandangan politik yang saling bertentangan,” ucap Haedar.

Menurut Haedar, masih banyak teladan yang dapat menjadi rujukan untuk mengenang sosok Bung Karno

Leave a Reply