Membumikan Literasi sebagai Basic Gerakan IMM: Mengapa Harus Literasi?

Oleh: Aldi Arya

Berbicara tentang gerakan IMM, tentu tak lepas berbicara mengenai trilogy jika menyoal gerakan yang di miliki oleh kader-kader IMM. Memahami arah gerak IMM artinya juga memahami nilai nilai yang terkandung di dalamnya. Pasalnya IMM sebagai gerakan islam yang ranahnya ke dalam religiusitas, intelektualitas dan humanitas. Hal inilah yang selama ini menjadi patokan dalam pergerakan yang wajib diamalkan dan dilaksanakan. Karena IMM memiliki tujuan “Mengusahakan terbentuknya akademisi islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan muhammadiyah”.

Lantas sejauh manakah kita bergerak sebagai kader IMM saat ini? Berangkat dari itu, kali ini penulis mencoba mengkaji wacana dan realitasnya. Lalu bagaimana melihat konteks hari ini yang kemudian mengsikronisasikan literasi sebagai basic gerakan IMM dan mengapa harus literasi?

Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengelolah dan memahami informasi saat membaca dan menulis serta memecahkan masalah-masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Literasi tidak hanya sekedar membaca dan menulis serta hal-hal yang berkaitan dengan buku saja, namun cakupannya sangat luas jika mau digali dan dikaji tentang apa makna literasi yang sebenarnya. Seperti karya-karya anak muda yang sekarang kita ketahui berupa visual. Jadi, secara garis besar literasi merupakan proses pemaparan atau tranfor informasi untuk memberikan pemahaman. Di sisi lain literasi sebetulnya hal yang tidak boleh di pisahkan dari kehidupan, karena kemampuan berliterasi yang baik dapat mengantarkan kemajuan dan kesuksesan dalam kehidupan dan peradaban

Nilai-nilai Literasi Dalam Keilmuan
Nilai-nilai budaya keilmuan yang ada di IMM sudah menjadi pijakan yang semestinya tidak ada hentinya bagi kader ikatan dalam menjalankan tugas sebagai pelangkap dakwah Muhammadiyah. Dalam ranah inilah gerakan budaya keilmuan perlu diangkat secara mendalam untuk membumikan budaya keilmuan atau literasi, maka budaya ini yang merupakan sisi untuk mempermudah pergerakan IMM.

Karena ketika kita bergerak di IMM tanpa memiliki bekal pengetahuan dan ideology yang cukup, apakah mungkin kita mampu mengambil nilai atau substansi gerakan didalamnaya ? Pertanyaan yang sederhana inilah yang mungkin saat ini sering kali timbul di benak kita ketika menjadi kader IMM. Sebab untuk pemahaman, dan membudayakan literasi IMM harus memperkuat gerakan intelektualnya terlebih dahulu dan harus realisasikan oleh kader IMM.

Membumikan Literasi
IMM antara lain merupakan organisasi mahasiswa yang bernafaskan Islam, sebagai organisasi mahasiswa maka memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengemban dan melakukan setiap gerakan-gerakan, dengan merealisasikan setiap gerakannya, diperlukan adanya semangat dalam bergerak maupun menggerakan dengan cara dan gayanya masing-masing. Namun, terlepas dari cara itu dan gayanya masing-masing sebenarnya bidang-bidang yang ada di dalam struktural IMM itu dengan sendirinya dapat melakukan kolaborasi mengenai ide dan gagasannya.

Maka jika kita tarik benang merahnya adalah, sebagai kader IMM wajib memiliki bekal literasi untuk membuktikan identitas dirinya yang ber-intelektual tinggi dan kritis, sehinga selalu mempertanyakan segala sesuatu sesuai dasar dan kaidah kebenarannya, serta gerakan IMM mampu berperan untuk membangun peradaban juga menciptakan sejarah masa depan.

IMM sebagai transformer ideologi muhammadiyah dikalangan mahasiswa harus selalu progres, aktif dan massif dalam bergerak. Literasi saat ini wajib menjadi ajang untuk dibumikan sebagai salah satu gerakan di IMM yang kemudian hadir sebagai pelopor untuk meningkatkan sekaligus menciptakan budaya literasi. Karena itulah bekal yang perlu kita miliki bersama dalam menghadapi kehidupan di era globalisasi ini.

Budaya Literasi
Tidak bisa di pungkiri bahwa kehidupan saat ini yang semakin modern, budaya literasi juga perlu penanaman karena literasi saat ini sangat dibutuhkan agar tidak tenggelam oleh perkembangan zaman. Sebagai kader IMM yang ber-intelektual, dimana kader ikatan bergerak dan berkembang sesuai zaman juga harus beradaptasi dengan perkembangan, dan jangan sampai menghilangkan nilai-nilai budaya literasi. Sebab literasi sangat penting untuk kita tanamkan, dan kita terapkan apalagi kader IMM menjadi pelopor berbagai lini kehidupan yang dibutuhkan adanya wawasan serta cakrawala yang luas.

Di kutip dari kompasiana, bahwa budaya literasi juga telah mengantarkan kejayaan umat isalan seperti kita ketahui bahwa pada saat itu dinasti Abbasiyah di Baghdad mendirikan sebuah perpustakaan yang bernama Baitul Hikmah yang mempunyai ribuan koleksi buku yang kemudian menjadi pusat intelektual dunia. Hal itu pula terjadi pada masa kejayaan Dinasti Bani Ummayah di Andalusia.

Di samping itu literasi dalam peradaban islam tak lepas dari pimpinannya yang juga senang dengan ilmu pengetahuan. Beberapa figur pemimpin yang senang akan perkembangan ilmu pengetahuan seperti harun Al Rasyid yang mendirikan Baitul Hikmah di Baghdad dan Sultan Al-Hakam II yang mendirikan perpustakaan Kordoba di Andaluasia. Tentu dengan adanya sosok pemimpin seperti mereka dapat termotivasi rakyatnya untuk mencintai ilmu sehingga Negara akan semakin maju dan berkembang.

IMM saat ini juga harus andil dan memiliki peran yang maju dalam pusat literasi, sebagai penggerak perubahan, dan memiliki kemampuan yang berakhlak mulia. Karena begitu besar dan penting peran IMM bagi bangsa. Realitas saat ini perlu adanya penanaman dan spirit-spirit yang dapat membangun ghiroh kader-kader IMM sebagai basic gerakannya.

Leave a Reply