paykwik paykwik satın al dalamanairporttransfers.net

Di tengah-tengah persoalan kemiskinan yang semakin akut sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang sudah berkepanjangan, mahasiswa dan dosen Fakultas Psikologi Uhamka terus bergerak membantu masyarakat dhuafa di Tanggerang Selatan dengan kegiatan pengabdian masyarakat.

Tim kegiatan pengabdian masyarakat yang terdiri dari sejumlah mahasiswa yaitu Khusnul Hidayati, Shafira H. Ramadhany, Talitha A. Ratnadewati, Mutiara Hanifa, Fatika Nurfadilah, dan Ayu Lesari yang di bimbing oleh seorang dosen Fakultas Psikologi Uhamka yaitu Ilham Mundzir berusaha untuk memberikan solusi kepada mereka yang membutuhkan di masa pandemi Covid-19 ini.

Pandemi Covid-19 telah setahun lebih melanda Indonesia. Hal ini menyebabkan timbulnya berbagai permasalahan sosial dan ekonomi. Banyak masyarakat yang tingkat kesejahteraannya menurun karena kehilangan sumber pendapatan ekonominya baik karena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun usahanya tutup. Akibatnya, angka kemisikinan di Indonesia semakin naik. Dampak lanjutannya, harapan hidup dan kualitas hidup masyarakat Indonesia juga semakin terancam tidak baik untuk masa depan Indonesia.

Keluarga pertama yang menjadi penerima bantuan dalam bentuk modal usaha untuk membuka warung adalah Warsity (63 tahun). Ia bersama seorang anak dan kedua cucunya tinggal di sebuah kontrakan kecil. Bu Warsiti sebelumnya memiliki warung di sebuah sekolah, dengan penghasilan bersih 1.500.000/bulan. Namun karena sekolah tutup, ia sama sekali tidak memiliki penghasilan. Untuk kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan dari anaknya yang bekerja sebagai satpam dengan gaji Rp. 500.000,00/ bulan. Dengan jumlah pendapatan seperti itu, tersebut sangat tidak mencukupi untuk membayar sewa kontrakan, kebutuhan makan sehari-hari, serta untuk keperluan biaya sekolah daring, termasuk membeli pulsa

Tim Pengabdian ini kemudian bergerak untuk membantu Warsity membuat warung sosis bakar agar memiliki sumber penghasilan yang baru. Setelah melakukan fundraising, berhasil terkumpul dana sebenar Rp. 1.552.000, yang kemudian digunakan untuk membeli kompor dan alat-alat pemanggang sosis, gas, aneka sosis, mie instan, serta minuman kemasan. Kini warung sosis bakar sudah berhasil didirikan oleh tim pengabdian masyarakat tepat di teras rumahnya Warsity.

Di lain hal tim Psikologi Uhamka ini juga memberdayakan Ruhali, 44 tahun, di Pamulang, yang bekerja serabutan dengan pendapatan Rp. 600.000/bulan. Ia tinggal di bangunan yang terbuat dari gubuk dan terpal, yang dihuni bersama istri dan seorang anaknya yang bersekolah SMP. Penghasilannya jauh untuk mencukupi makan sehari-hari dan biaya sekolah anaknya. Di tengah pandemi saat ini, seringkali tak ada pekerjaan sama sekali dalam setiap harinya.

Setelah dilakukan asesmen, keluarga ini ingin membuka warung supaya bisa meningkatkan taraf ekonominya. Tim pengabdian ini kemudian berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 1.625.000 yang dimanfaatkan untuk membuat warung dan membeli aneka snack dan minuman saset. Setelah dilakukan evaluasi, kedua keluarga tersebut kini telah bisa mendapatkan penghasilan minimal Rp. 100.000/harinya.

Di penghujung kegiatan, Ibu Warisiti maupun Bapak Ruhali mengaku bahwa kegiatan ini sangat membantu keluarga mereka memiliki sumber pendapatan yang baru dan kini mulai dapat kembali menata kehidupan mereka sekeluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 4 =