Persyarikatan Muhammadiyah mencapai usia ke-112 tahun berdasarkan perhitungan kalender Hijriyah pada 8 Dzulhijjah 1442 H yang bertepatan dengan hari Ahad (18/7).

Meski berbagai tokoh hingga Presiden RI menyampaikan tahniah, namun Pimpinan Pusat Muhammadiyah tidak menggelar perayaan seremonial pada hari tersebut.

Sebab, peringatan Muhammadiyah secara resmi dan besar hanya dilakukan setahun sekali berdasarkan perhitungan kalender Masehi.

Dalam forum silaturahim dan peringatan Milad 112 Muhammadiyah versi kalender Hijriyah oleh Universitas Muhammadiyah Gresik, Senin (2/8) Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengungkapkan alasan dibalik pemakaian kalender Masehi sebagai tanggal milad.

“Milad Muhammadiyah secara resmi mengikuti sesuai izin yang diperoleh Muhammadiyah pada tanggal 18 November. Tetapi tidak apa-apa juga melaksanakan perayaan kalender hijriyah karena ini mu’amalah duniawiyah oleh karena itu antum a’lamu bi umuri miladikum, anda lebih tahu tentang urusan milad Muhammadiyah,” candanya.
Sesuai dokumen Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah Bab I Pasal 2, Muhammadiyah ditetapkan berdiri pada tanggal 18 November 1912 Miladiyah di Yogyakarta. Secara badan hukum, Kerajaan Belanda mengesahkan legalitas Muhammadiyah pada 22 Agustus 1914.

Perbedaan versi menurut Mu’ti tak perlu dipermasalahkan karena menurutnya yang penting adalah memaknai milad dengan memberikan energi lebih untuk berbuat kebaikan.

“Yang perlu kita ambil adalah semangatnya, yang kita ambil adalah hikmah dari bagaimana kita melakukan muhasabah dan sekaligus kita juga berusaha untuk tasyakur dan tahaduts bil ni’mah dengan peringatan milad Muhammadiyah ini,” pesannya.

Leave a Reply