Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Dikitilitbang) PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti mengucap syukur karena dalam sehari dua Surat Keputusan (SK) izin operasional kampus baru milik Muhammadiyah sudah turun.

Dua SK dengan Nomor 312/E/O/2021 dan 318/E/O/2021 merupakan surat izin operasional bagi Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) dan Institut Teknologi Bisnis (ITB) Muhammadiyah Purbalingga, Jawa Tengah.

UNIMUGO merupakan gabungan dari dari Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Muhammadiyah Kebumen dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Gombong. Meski demikian, jumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) tetap 163 karena ada beberapa PTM yang bergabung menjadi satu.

“Karena sebelumnya itu 165 tapi STIE Bandung sama STAI Muhammadiyah Bandung sudah merger ke UM Bandung. Sehingga saat ini Universitas Muhammadiyah Gombong itu mengurangi 1 dari STTM Kebumen dan STIKES Muhammadiyah menjadi Universitas Muhammadiyah Gombong,” urai Sayuti.

Sayuti melanjutkan, namun jumlah PTM dalam bentuk universitas Muhammadiyah bertambah menjadi 67. Saat ini Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah juga sedang menyiapkan PTM baru, yakni ITB Sarolangun, dan PTM yang berlokasi di Purwodadi.

PTM lain yang sedang dalam proses adalah Universitas Muhammadiyah Klaten yang merupakan hasil merger antara Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Klaten dengan Akademi Akuntansi Muhammadiyah Klaten.

Sementara itu, Akademi Keperawatan (Akper) Muhammadiyah Bireuen dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Aceh Tengah sedang visitasi untuk penggabungan.

“Bersama dua PTS lain menjadi Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh,” tutupnya

Leave a Reply