Angka kasus terpapar virus covid-19 masih berada pada titik yang mengkhawatirkan, Forum Guru Besar Muhammadiyah (FGBM) Jawa Barat melaksanakan vaksinasi gratis bagi masyarakat umum pada (6/8) yang berlokasi di Kompleks Polda Jabar Jln. Soekarno-Hatta No. 748 Kota Bandung.

Ketua FGBM Jabar Prof. Mahmud Syafei, menuturkan bahwa kegiatan ini sebagai keinginan secara kolaboratif untuk menyelesaikan pandemi covid-19 dengan baik. Ia juga menegaskan bahwa, vaksinasi adalah keniscayaan saat ini karena masih berada pada situasi pandemi

Angka penularan covid-19 saat ini bukannya berkurang, melainkan malah bertambah. Oleh karena itu, vaksinasi adalah keniscayaan saat ini karena kita masih ada dalam situasi pandemi covid-19,” ucapnya.

Karena ini sebagai upaya yang dilakukan secara kolaboratif, pihaknya menggandeng beberapa pihak untuk menyukseskan acara vaksinasi massal ini. Diantaranya ada MCCC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Universitas Aisyiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung), instansi kesehatan di Kota Bandung, Polda Jawa Barat, dan pihak terkait lainnya

Sementara itu ketua pelaksana vaksinasi massal sekaligus Sekretaris Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung, Setiadin mengatakan, pihaknya akan menerjunkan mahasiswa dari prodi farmasi dan Bioteknologi UM Bandung dalam kegiatan ini

Selain itu, pihaknya juga membantu sosialisasi kegiatan ini ke masyarakat supaya ikut berpartisipasi. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti vaksinasi massal ini syaratnya cukup mudah, hanya dengan menunjukkan KTP asli saat datang. Dari masyarakat yang ikut diharapkan bisa tercipta herd immunity.

Kami juga mengajak kepada masyarakat untuk segera mendaftar ikut vaksinasi agar herd immunity atau kekebalan kelompok masyarakat bisa terbentuk dengan segera,” tuturnya

Setiadin menjelaskan bahwa, vaksinasi massall ini juga bisa diikuti oleh anak-anak berusia 12 sampai 18 tahun. Mereka bisa mendaftar menggunakan KTP dan KK orangtuanya. Ditargetkan vaksinasi massal ini diikuti sebanyak 1500 orang, adapun vaksin yang digunakan yaitu Sinovac dan Astrazeneca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − three =