Anwar Abbas khawatir kepada masa depan bangsa Indonesia, sebab Pancasila dan Konstitusi UUD ‘45 saat ini hanya terucap dibibir tidak sampai ke hati, pemikiran, dan ideologi bangsa.

Menyoroti bidang ekonomi, menurut Anwar Abbas, Indonesia tidak menganut sistem ekonomi Pancasila, tapi lebih dominan sistem ekonomi liberal-kapital. Sementara Pasal 33 disebutkan, bahwa bumi, air, dan udara dikelola untuk kepentingan rakyat.

“Apakah pasal 33 sudah diimplementasikan apa belum ?, ternyata sudah diimplementasikan. Dan memang kemakmuran sebesar-besarnya untuk rakyat sudah terwujud. Cuma timbul pertanyaan, rakyat mana yang sejahtera dan mendapat kemakmuran sebesar-besarnya ?,” ungkapnya pada (7/8)

Dalam Pengajian Songsong Muharram “Muharram dan Spirit Kebangkitan Umat dari Pandemi” yang diadakan UAD ini, Anwar Abbas menyebut, kemakmuran dan kesejahteraan tersebut hanya dinikmati segelintir rakyat saja, dan mereka itu berada di puncak struktur ‘piramida’.

Ketimpangan dan ketidakadilan proporsional di bidang ekonomi begitu curam di Indonesia, ia menyebut, di Indonesia ini ada satu keluarga adik-kakak yang kekayaannya sama dengan kekayaan 100 juta penduduk yang posisinya di alas piramid jika dikumpulkan.

Padahal jika merujuk kepada ajaran Islam, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al Hasyr ayat 7, yang melarang beredarnya harta disatu kalangan saja, menurut Anwar Abbas keadilan distributif akan tercipta di negeri ini.

Karena itu ia mendorong kepada Umat Islam dan Muhammadiyah khususnya untuk bertindak aktif, melakukan politik nilai demi tercapainya Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia seperti amanah Pancasila dan UUD ‘45.

“Harus ada kesadaran bagi kita untuk membangkitkan ekonomi umat,” imbuhnya.

Anwar Abbas menyarankan, yang lebih awal diperbaiki demi tercapainya keberdayaan ekonomi Umat Islam adalah memperbaiki mentality. Karena menurutnya saat ini mental dominan Umat Islam adalah employment mentality atau mentalitas karyawan. 

Keberdayaan ekonomi Umat Islam dicapai melalui lebih banyak menciptakan pebisnis atau wirausahawan yang memiliki mental berbagi. Entrepreneur mentality di kalangan generasi muda muslim harus dipupuk dan tumbuh kembangkan, bisa dengan menjadikan sekolah-sekolah Islam sebagai laboratorium untuk mendidik mental mereka.

Sumber : Muhammadiyah.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 + 13 =