Dittipidsiber Bareskrim Polri menangkap Yahya Waloni terkait kasus dugaan penistaan agama. Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto atau Cak Nanto mengapresiasi hal ini.

“Kalau sudah dianggap memenuhi syarat bahwa orang itu menistakan agama, saya kira pertama kami sangat mengapresiasi karena itu menimbulkan kepastian hukum,” kata Cak Nanto kepada wartawan, Kamis (26/8/2021).
“Saya sangat apresiasi ya karena direspons cepat setelah Muhammad Kece, Yahya Waloni juga dilakukan penangkapan,” sambungnya.

Menurut Cak Nanto, kecepatan polisi dalam bergerak merespons pelaporan masyarakat sangat penting. Apalagi terkait kasus dugaan penistaan agama. Proses hukum lebih baik daripada timbul banyak persepsi di masyarakat, yang justru malah makin menimbulkan perselisihan, bahkan perpecahan.

Cak Nanto menyebut keberagaman Indonesia adalah karunia Tuhan serta kekuatan nasional. Keberagaman suku, agama, budaya, dan kepercayaan di mana semuanya berdiri sama dan setara di mata hukum. Ini harus dirawat dan dijaga serta wajib dihargai satu sama lain.

“Indonesia ini kan menjadi besar, tetap utuh sampai sekarang, karena keberagaman. Tidak boleh ada orang yang mendiskreditkan agama atau suku apa pun. Kalau ada, saya kira penegak hukum harus bertindak secara tegas dan humanis, kepada siapa pun, tidak pandang bulu,” ucapnya.

Karena itu, lanjut Cak Nanto, tidak boleh ada oknum yang sengaja membesarkan atau mengerdilkan suatu kaum, suatu adat, suatu kepercayaan, suatu budaya, hingga suatu agama tertentu dengan tujuan membuat gaduh, mengadu domba, dan memecah belah persatuan.

Cak Nanto mengatakan PP Pemuda Muhammadiyah selalu mengajak masyarakat terus merawat persatuan dan kesatuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 1 =