Jelang dibukanya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyiapkan protokol kesehatan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah (Dikdasmen).

Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Sungkowo menjelaskan persiapan implementasi pembelajaran tatap muka seperti PTM terbatas ini sejatinya telah dimulai sejak awal tahun 2021.

Bahkan, dirinya juga menyebut bahwa Majelis Dikdasmen telah menerbitkan surat edaran (SE) kepada seluruh sekolah yang berada di bawah Muhammadiyah untuk mempersiapkan hal ini.

“Kami juga sudah membuat SOP pembelajaran tatap muka sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” ujar Sungkowo, Rabu (1/9).

Menurutnya, Majelis Dikdasmen telah berhasil melakukan pemetaan sekolah-sekolah mana saja yang siap untuk melaksanakan PTM terbatas dengan mengacu pada pengaturan yang diterbitkan oleh pemerintah.

PTM terbatas sendiri akan dilakukan dengan kombinasi antara online dan offline. Selain itu, pelaksanaan PTM dilakukan dengan seizin orang tua siswa.

Pada aplikasinya, Sungkowo menyebut Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) bekerjasama dengan Satgas Covid-19 di daerah akan memantau secara berkala pelaksaan PTM terbatas.

“Penerapan prokes dilakukan dengan baik. Jadi kami utamanya bagaimana melindungi siswa agar tetap aman,” terang dia.

Lebih lanjut, Sungkowo mengapresiasi keputusan pemerintah mengizinkan pelaksanaan PTM terbatas. Sungkowo menganggap PTM terbatas mampu meminimalisir learning loss akibat pandemi yang telah terjadi selama kurang lebih 1,5 tahun.

Terkait anggaran untuk protokol kesehatan, Sungkowo menyatakan pengadaan prokes tidak akan membebani orang tua siswa yang kurang mampu karena telah dilakukan sistem subsidi silang.

Tidak akan membebani, kami saling membantu dan bagi yang mampu sering memberikan sumbangannya untuk mendukung ini,” pungkasnya.

Leave a Reply