Menteri Pendidikan Kebudayan Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim selama sepekan ini marathon melakukan kunjungan kerja guna memantau dari dekat pelaksanaan PTM Terbatas di sejumlah daerah di Jakarta, Bekasi, Bogor, Semarang, Yogyakarta dan Banten. Mendikbudristek mengatakan bagi sekolah yang guru dan tenaga kependidikannya sudah divaksinasi dua dosis, wajib untuk memberikan opsi PTM terbatas.

“Jadi, itu menjadi dasar kebijakan pemerintah pusat, vaksinasi bukan menjadi kriteria untuk tatap muka. Tapi malah kalau sekolahnya semua guru sudah lengkap divaksinasi dia wajib melakukan tatap muka. Jadi sekali lagi, vaksinasi yang mengejar tatap muka terbatas, bukan sebaliknya,” jelas Nadiem dalam konferensi pers virtual disela mendampingi kunjungan Wakil Presiden KH  Ma’ruf Amin meninjau pelaksanaan PTM Terbatas di Tangerang, Banten. Kamis (16/9).

Mendikbudristek mengingatkan bila terjadi kasus positif di lingkungan sekolah, maka PTM terbatas segera dihentikan. Kemudian, sekolah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat untuk melakukan desinfeksi dan prosedur tes, pelacakan, dan perawatan pada warga sekolah yang sakit. “Pembelajaran tatap muka terbatas dapat dimulai kembali setelah dipastikan kondisi sudah terkendali,” ujarnya.

Ditambahkan Mendikbudristek, saat ini diperlukan kesadaran dan gotong royong untuk menekan laju virus Covid-19 serta memastikan anak-anak Indonesia tetap mendapatkan pembelajaran yang berkualitas. “Keduanya adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Usai meninjau PTM terbatas, Wapres bersama rombongan meninjau vaksinasi di Pondok Pesantren An Nawawi Tanara Kabupaten Serang. Vaksinasi dilakukan di tiga lokasi, yaitu gedung olah raga (GOR) Tanara untuk vaksinasi santri putra, Aula Putri untuk vaksinasi santri putri, dan Aula Utama untuk vaksinasi masyarakat umum. Dalam kesempatan telekonferensi bersama media di GOR, Mendikbudristek menegaskan vaksinasi bukan menjadi kriteria untuk PTM terbatas.

Nadiem Anwar Makarim, mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Ma’ruf Amin, meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 19 Balaraja, Kabupaten Tangerang, dan pelaksanaan vaksinasi di Pondok Pesantren An Nawawi Tanara Kabupaten Serang. Wapres menyampaikan bahwa PTM terbatas sangat penting dilakukan karena tidak optimalnya pembelajaran jarak jauh.

“Menurut informasi yang kita peroleh, memang pendidikan melalui daring itu tidak optimal. Jadi sangat kurang, apalagi kalau daerahnya internetnya tidak tertangkap, lemah. Mereka sebenarnya tidak belajar. Bukan lagi belajar daring, tapi tidak belajar,” tutur Wapres.

Karena itu, pemerintah berupaya agar pembelajaran tatap muka mulai dapat dilaksanakan di berbagai daerah untuk mengantisipasi dampak negatif di di kalangan pelajar. “Karena itu pembelajaran tatap muka itu target yang ingin kita percepat. Maka vaksinasi di kalangan guru-guru dan pelajar jadi sesuatu yang harus diprioritaskan,” ungkap Wapres.

Senada dengan Wapres, Mendikbudristek juga meminta agar pelaksanaan PTM terbatas menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Yang terpenting, saya mohon agar Bapak dan Ibu memastikan keselamatan, keamanan, dan kesehatan warga sekolah. Dimulai saat sebelum berangkat ke sekolah, dalam perjalanan, saat mengikuti pembelajaran di dalam sekolah, serta saat perjalanan kembali ke rumah,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − seventeen =