Subsektor ekonomi kreatif, yaitu film, animasi, dan video, merupakan salah satu yang terdampak langsung pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung lebih dari setahun. Sejak diumumkan adanya COVID-19 pada 2020, banyak jadwal perilisan film yang tertunda, hingga diikuti penutupan bioskop-bioskop di Indonesia.

Seiring menurunnya kasus COVID-19 di Indonesia, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengizinkan bioskop kembali buka di wilayah PPKM level 3 yang disambut baik berbagai pihak, termasuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno.

Saat dibukanya kembali bioskop pada 23 Februari 2021, film Indonesia berhasil menarik 390.409 penonton di masa pandemi. Walaupun sempat ditutup kembali karena lonjakan kasus pada Juni-Agustus lalu, bioskop di Indonesia kini perlahan mulai dibuka kembali.

Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar 300 miliar rupiah untuk menggerakkan ekonomi kreatif di sub sektor industri perfilman. Anggaran tersebut akan disalurkan untuk pembelian lisensi, termasuk biaya promosi 50 produksi film dari berbagai komunitas perfilman nasional.

Dukungan dana pemerintah pada produksi film yang menyerap banyak tenaga kerja, akan memicu pertumbuhan industri perfilman nasional serta pemulihan dan stabilisasi ekonomi.

Untuk memberikan penjelasan terkait dibukanya kembali bioskop di tanah air, di dialog produktif Rabu Utama kali ini, beberapa narasumber yang berkompeten dihadirkan, antara lain: Mohammad Amin – Direktur Industri Musik, Film, dan Animasi Kemenparekraf, Sonny Harry B. Harmadi – Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19, Djonny Syafruddin – Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia, dan Ray Sahetapy – Aktor/Wakil Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia/PARFI 56.

Leave a Reply