Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo terus menggiatkan pemajuan Bahasa dan Budaya Indonesia di negeri piramida. Wakil Duta Besar RI M. Aji Surya memberikan apresiasi secara resmi didampingi para Koordinator Fungsi dan Atase Teknis atas komitmen Warga Mesir menghargai dan memelajari bahasa dan budaya nusantara. Terdapat 30 orang pemelajar berprestasi pada Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan enam orang pegiat BIPA dalam usahanya mempromosikan Budaya Indonesia.

“Saya bersyukur dan bangga dengan prestasi, peran, dan kontribusi para pemelajar dan pegiat BIPA yang sangat aktif dalam mempromosikan budaya Indonesia melalui media sosial terutama YouTube,” ungkap Wakil Dubes Aji Surya dalam sambutannya pada acara yang digelar Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin), Rabu (20/10).

Acara ini dimeriahkan sejumlah penampilan para pemelajar BIPA, di antaranya persembahan lagu pop Indonesia dari Nour Rahman, pembacaan puisi oleh Fatimah Jamal dan Aisyah Amin, serta penampilan bercerita oleh Mariam Ashraf.

Senada dengan itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Bambang Suryadi, mengungkapkan antusiasme dan minat Warga Mesir untuk belajar Bahasa Indonesia sangat tinggi. “Pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi generasi muda Mesir untuk mengikuti program BIPA,” terang Atdikbud Bambang.

Dijelaskan Atdikbud Bambang, tiap tahun Puskin Kairo menyelenggarakan tiga gelombang pengajaran BIPA dengan durasi masing-masing empat bulan. “Peserta didik gelombang pertama sebanyak 638 orang, gelombang kedua sebanyak 631, dan gelombang ketiga sebanyak 668. Dengan demikian jumlah pemelajar BIPA tahun 2021 sebanyak 1.966 orang. Jumlah ini merupakan sumber daya manusia yang sangat luar biasa dalam melakukan diplomasi lunak melalui pengajaran bahasa Indonesia,” terang Atdikbud Bambang.

Melansir data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbudristek, sampai akhir tahun 2020 tercatat ada 355 lembaga penyelenggara program BIPA di 41 negara, dengan total 72.746 pembelajar. Dari jumlah tersebut, Kemdikbudristek telah memfasilitasi 146 lembaga di 29 negara, termasuk Mesir.

Dilanjutkan Atdikbud Bambang, lokasi belajar BIPA di Mesir tersebar di tiga tempat, yaitu Puskin di Kairo, Pusat Studi Indonesia (PSI) di Universitas Canal Suez Provinsi Ismailia, dan di Universitas Al-Azhar Kairo. “Jumlah guru BIPA di tiga tempat tersebut sebanyak 13 orang. Mereka adalah para mahasiswa program Magister dan Doktor yang telah lulus pelatihan BIPA,” jelas Bambang.

Wakil Dubes Aji Surya berharap apresiasi ini meningkatkan motivasi para pemelajar dan pegiat BIPA di Mesir. “Saya turut bersyukur dan bangga atas prestasi mereka yang sangat luar biasa. Bahkan ada yang sudah menjadi YouTuber sukses dengan subscribers ratusan ribu orang. Mereka telah ikut andil dalam meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Mesir. Oleh karena itu mereka layak untuk mendapatkan apresiasi dari KBRI Kairo,” tutur Wakil Dubes Aji Surya.

Program BIPA, tambah Aji Surya, merupakan bagian dari diplomasi lunak (soft diplomacy). “Dalam diplomasi kebahasaan, program pengajaran BIPA menjadi strategi paling konkret dan efektif untuk melakukan internasionalisasi bahasa Indonesia. Apalagi Indonesia akan memegang presidensi Group of Twenty (G20) pada tahun 2022. Kami akan terus mengembangkan dan meningkatkan kerja sama dan sinergi baik dari para guru, pemelajar, pegiat BIPA, dan tentunya KBRI Kairo,” terang Aji.

Fatimah Jamal, pegiat BIPA yang aktif mempromosikan budaya Indonesia mengungkapkan bahwa dirinya sangat mencintai Bahasa dan Budaya Indonesia. “Saya pernah ke Indonesia dan sangat tertarik dengan orang Indonesia yang ramah dan juga mengagumi kekayaan Budaya Indonesia,” terang Fatimah.

Terkait kontennya di YouTube, Fatimah menambahkan, “Meskipun saya di Mesir, saya sengaja membuat konten YouTube dengan Bahasa Indonesia. Saya ingin memperkenalkan budaya Mesir ke Indonesia, sebagaimana saya ingin memperkenalkan budaya Indonesia ke Mesir. Saya merasa bahwa Indonesia, sudah seperti negara saya sendiri,” pungkas Fatimah.

Leave a Reply