Hadis Pertama

“Dari Ibnu Umar r.a. bahwa Nabi saw. apabila duduk untuk tasyahud meletakkan tangan kiri pada lutut kirinya, dan yang kanan pada lutut kanannya serta mengacungkan telunjuknya. Dan menurut riwayat yang lain: Nabi mengepalkan semua jari-jarinya dan mengacungkan telunjuknya.” (H.R. Muslim)

Hadis Kedua

“Dari Zubair r.a. berkata: Rasulullah saw. pernah apabila duduk untuk tasyahud meletakkan tangan kanan pada pahanya yang kanan, dan tangan kiri pada pahanya yang kiri dan mengacungkan telunjuknya dan pandangannya tidak melampaui isyarat tersebut.” (H.R. Ahmad, Muslim, dan Nasa’i)

Hadis Ketiga

“Dari Wail bin Hajar: … … Nabi mengacungkan telunjuk kemudian mengangkat jari-jarinya (tangan) dan menggerakkannya dan berdoa dengan (cara) seperti itu.” (H.R. Ahmad)

Hadis ketiga menerangkan bahwa menggerakkan telunjuk ketika berdoa. Menurut al-Baihaqi, maksud hadis ini ialah menggerakkan telunjuk ketika mengacungkannya.

Memahami seperti ini tidak bertentangan dengan hadis Ibnu Zubair riwayat Abu Dawud dengan sanad yang sahih:

“Nabi mengacungkan jari (telunjuknya) bila berdoa dan tidak menggerakkannya.” (H.R. Abu Dawud)

Leave a Reply