Dirangkaian acara Resepsi Milad ke-109 Muhammadiyah pada, Kamis (18/11), PP Muhammadiyah berikan Penganugrahan Penghargaan Muhammadiyah 2021 dalam empat kategori. Dalam prosesi penganugrahan tersebut didampingi secara langsung oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti.

Ketegori pertama yaitu Penganugrahan Penghargaan Muhammadiyah 2021 di Bidang Kesehatan, Rumah Sakit Muhammadiyah/’Aisyiyah Perawatan Covid-19 seluruh Indonesia yang diwakili Rumah Sakit Muhammadiyah Sekapuk, Gresik.

Hingga hari ini jumlah seluruh RSMA yang melayani pasien Covid-19 mencapai 86 Rumah Sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah yang tersebar di seluruh Indonesia. Diantara Rumah Sakit milik Muhammadiyah-‘Aisyiyah yang telah memberikan pelayanan sejak pandemi Covid-19 memasuki Indonesia yaitu Rumah Sakit Muhammadiyah Sekapuk Gresik.

Rumah Sakit ini merupakan Amal Usaha Muhammadiyah Bidang Kesehatan (AUMKES) yang dimiliki oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sekapuk. Meskipun berlokasi di desa, namun rumah sakit Muhammadiyah ini memiliki keunikan dalam memelihara komitmen memberikan layanan kepada pasien Covid-19.

Kedua, Kategori Relawan Muhammadiyah Pemulsaraan Jenazah Covid-19 seluruh Indonesia yang diwakili oleh Tim Relawan, PCM Sewon Utara, Bantul. Langkah kongkrit ditunjukkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) yang bertugas mengkoordinasikan pelaksanaan program dan aksi penanganan Covid-19.

Dalam data yang dihimpun panitia MIlad ke-109 Muhammadiyah, diketahui jumlah tim Relawan Muhammadiyah Pemulsaraan Jenazah sebanyak 58 yang tersebar di seluruh Indonesia. Relawan Muhammadiyah Pemulasaran Jenazah MCCC Sewon Utara, salah satu diantara ujung tombak relawan Muhammadiyah pemulasaran jenazah yang dibentuk sejak akhir Maret 2020 oleh PDM Bantul.

Ketiga, Kategori Bidang Sosial Ekonomi yang diwakili oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Kediri melalui Gerakan Lumbung Hidup, Rumah Mocaf MPM PDM Banjarnegara, dan Lembaga Amil Zakat Infak dan Shadakah Muhammadiyah (LazisMU).

Keempat, Kategori Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang diberikan kepada lima kader Muhammadiyah yang memiliki concern di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Yakni Prof. Agus Setyo Muntohar (Dosen UMY), Tole Sutikno (Dosen UAD), Prof. Muhammad Nurdin (PWM Sulawesi Tenggara dan Dosen Universitas Halu Oleo), Susanti (Dosen Universitas Purwokerto), dan Prod. Ahmad Najib Burhani (Majelis Pustaka Informasi PP Muhammadiyah dan Peneliti Senior LIPI).

Leave a Reply