Persyarikatan Muhammadiyah merayakan Milad ke-109 tahun secara terpusat di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (18/11). Secara virtual, perayaan Milad diikuti oleh warga Persyarikatan di seluruh Indonesia dan berbagai negara.

Selain dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia melalui sambungan virtual dari Istana Negara, perayaan milad mendapatkan ucapan dari beberapa Menteri Kabinet Indonesia Maju dan beberapa Duta Besar (Dubes) negara sahabat.

Duta Besar Singapura Anil Kumar Nayar, Dubes Inggris Owen Jenkin, Dubes Palestina Zuhair Al-Shun, dan Wakil Dubes Australia Steve Scott ikut menyampaikan tahniah. Tak lupa, tahniah juga disampaikan oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Anugerah Muhammadiyah dan Tanda Tangan 4 Prasasti
Pasca menyampaikan pidato Milad bertema “Optimis Hadapi Covid-19: Menebar Nilai Utama”, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menandatangai prasasti bagi pusat keunggulan Muhammadiyah yang telah dibangun.

Empat pusat keunggulan itu adalah Universitas Muhammadiyah Malaysia, Universitas Siber Muhammadiyah, Muhammadiyah Australia College, dan Dasron Hamid Research and Innovation Center UMY

Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga memberikan empat buah penghargaan dalam kategori berbeda. Untuk kategori bidang kesehatan, Muhammadiyah memberikan penghargaan kepada seluruh Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia yang diwakili oleh RS Muhammadiyah Sekapuk, Gresik.

Pada bidang kerelawanan, penghargaan juga diberikan untuk seluruh relawan Muhammadiyah se-Indonesia yang diwakili oleh tim relawan PCM Sewon, Bantul.

Pada bidang sosial ekonomi, penghargaan diterima oleh PDM ‘Aisyiyah Kabupaten Kediri, Rumah MOCAF MPM PDM Kabupaten Banjarnegara, dan LazisMu se-Indonesia.

Sementara itu pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, penghargaan diberikan kepada Agus Setyo Muntohar dari UMY, Tole Sutikno dari Universitas Ahmad Dahlan, Muhammad Nurdin dari Universitas Halu Oleo, Susanti dari UM Purwokerto dan Ahmad Najib Burhani dari LIPI.

Kuat Nuansa Kebudayaan
Pemandangan lain yang menarik dari resepsi Milad ke-109 Muhammadiyah adalah kuatnya unsur kebudayaan dari berbagai daerah. Baju adat Bali, Sunda, Jawa, Sulawesi Selatan,

Selain baju adat dari berbagai suku di Indonesia, Milad Muhammadiyah juga dimeriahkan oleh berbagai kesenian modern dan tradisional seperti paduan suara, orkestra, Tari Zafin Melayu, Tari Cindai, hingga Seni Berbalas Pantun.

Leave a Reply