Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Korea Selatan, menggelar Final Lomba Unjuk Karya BIPA bagi pemelajar BIPA Korea Selatan tahun 2021, Sabtu (20/11). Lomba Unjuk Karya digelar guna memotivasi pemelajar BIPA memelajari Bahasa Indonesia, mendorong pemelajar BIPA melakukan aksi nyata dengan karya dalam Bahasa Indonesia lewat media jurnalistik, vlog, dan pidato, serta menumbuhkan rasa makin mencintai seni dan budaya Indonesia.  

Lomba ini juga dimaksudkan untuk menjaring kompetensi pemelajar BIPA Korea sekaligus menjadi ajang promosi seni, budaya, sosial, dan tempat pariwisata Indonesia yang dilakukan oleh masyarakat Korea.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Dony Setiawan, membuka secara resmi lomba yang diikuti 18 finalis ini. Kedelapan belas finalis terdiri dari masing-masing enam finalis untuk lomba, jurnalisme, vlog, dan pidato.

Dony, dalam sambutannya, mengapresiasi Lomba Unjuk Karya prakarsa KBRI Seoul. “Lomba ini dapat meningkatkan peran Bahasa Indonesia di dunia internasional, khususnya di Korea Selatan,” ujar Dony. Kegiatan serupa juga menjadi aktivitas penting yang dilaksanakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek melalui kegiatan festival Handai yang digelar jelang Bulan Bahasa setiap tahunnya bagi seluruh pemelajar BIPA di dunia.

“Badan Bahasa juga menyelenggarakan seminar BIPA serta lokakarya pembekalan bagi calon maupun penyegaran bagi pengajar BIPA di seluruh dunia,” terang Dony.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Gogot Suharwoto, menyampaikan bahwa kegiatan lomba jurnalisme, vlog, dan pidato BIPA tahun 2021 di Korea diikuti 65 peserta. “Peserta lomba adalah pemelajar BIPA Umum angkatan pertama tahun 2021 yang digelar KBRI Seoul,” terang Gogot.

“Pemelajar diberikan waktu tiga minggu untuk mengumpulkan karya mereka setelah selesai mengikuti pembelajaran BIPA selama 10 minggu dengan 10 tema,” ujar Gogot yang menjelaskan bahwa modul pembelajaran merupakan terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek.

Para finalis diundang ke Seoul pada tanggal 20 November 2021 untuk menampilkan karya mereka di depan juri yang terdiri dari pengajar BIPA, profesional, dan staf KBRI.

Lomba pidato, jelas Gogot, digelar untuk menumbuhkan kompetensi pemelajar dalam menyampaikan kemahiran Bahasa Indonesia secara lisan dengan tema Budaya Indonesia, Tempat Wisata Indonesia, dan Cita-citaku. Sementara Lomba Jurnalisme, tambah Gogot, dimaksudkan agar pemelajar BIPA mampu menulis suatu ide, tempat, atau peristiwa yang terjadi dalam bentuk reportase jurnalisme dalam Bahasa Indonesia dan membacakannya seperti laporan jurnalisme.  

Vlog, sebagai jenis lomba terakhir, dimaksudkan agar pemelajar BIPA Korea mampu menyampaikan suatu informasi mengenai tempat wisata atau kuliner Indonesia yang ada di Korea maupun kuliner khas Korea berbentuk vlog dalam Bahasa Indonesia.

Setelah finalis memaparkan karya, dewan juri akan memilih juara 1, 2, dan 3 serta tiga juara harapan sebagai pemenang lomba. “Para pemenang diberikan piagam penghargaan dan hadiah uang pembinaan sebagai apresiasi atas kompetensi dan semangat belajar mereka yang luar biasa,” tutur Gogot.

Piagam penghargaan dan hadiah kepada para pemenang lomba BIPA Korea disampaikan Kepala Kanselerai KBRI Seoul, Tengku Zulkaryadi.

Yadi, dalam sambutannya, mengapresiasi para pemenang lomba BIPA. “Kepada seluruh peserta, baik yang juara maupun yang belum juara, tetaplah belajar Bahasa Indonesia dan terus mencintai Indonesia,” imbau Yadi.

Rangkaian kegiatan lomba diakhiri dengan foto bersama dan penyampaian kesan-pesan pemenang lomba. Salah satu juara lomba vlog, Bok Yung Kim, mahasiswa Hankuk University of Foreign Studies, Yongin Campus, menyampaikan rasa bangga bisa menjadi juara dalam lomba BIPA Korea.

“Bagi saya, ini semakin memberikan semangat untuk terus belajar Bahasa Indonesia, seni budaya, dan mengenal masyarakat Indonesia secara lebih luas,” ujar Bok.

Sebagai informasi, BIPA Korea Tahun 2021 yang dimulai pada Bulan Agustus yang lalu, dalam pelaksanaannya diintegrasikan dengan pengenalan Kelas Batik dan Kelas Gamelan. BIPA Korea melayani BIPA Umum, BIPA Pelajar dan BIPA Cilik dengan jumlah peserta 212 pemelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − four =