Percepatan tren digitalisasi di tengah pandemi Covid-19 kian hari kian dirasakan dan semakin banyak teknologi maupun inovasi baru yang hadir. Saat ini, semua generasi mau tidak mau harus hidup berdampingan dengan dunia digital. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (P4TK IPA) pun mencermati kondisi yang dipengaruhi oleh pandemi ini. Salah satu unit utama Kemendikbudristek ingin merangkul berbagai pihak terutama guru IPA untuk bangkit bersama, bertahan hidup di tengah pandemi. Kali ini, P4TK IPA menggelar kompetisi Interaksi (Inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi/TIK dalam Sains) yang dihelat dari tanggal 22 s.d 24 November 2021.

“Karena setiap ilmu akan diminta pertanggungjawabannya, baik itu yang membuatnya maupun yang melatihnya. Terlepas dari siapa yang akan mendapat penghargaan tetapi ibu dan bapak guru di sini semuanya adalah juara,” ujar Kepala P4TK IPA, Enang Ahmadi saat memulai sambutan dalam sesi penutupan sekaligus penganugerahan apresiasi Interaksi tahun 2021 melalui tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat, Senin (24/11).

Ditambahkan Enang bahwa aplikasi inovasi yang tercipta dari guru yang mengikuti kegiatan ini merupakan hasil pelatihan daring berkelanjutan yang diinisiasi oleh P4TK IPA. Selain itu, hasil aplikasi yang terpilih nantinya akan diikutsertakan dalam pelatihan berkelanjutan bersama dengan Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) dari P4TK IPA. “Kami berharap adanya energi yang tidak terputus, hasil aplikasi yang telah diciptakan tidak hanya berhenti sebatas di kompetisi ini namun nanti akhirnya dapat dinikmati oleh para peserta didik di sekolah,” ujar Enang.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Harjono mengungkapkan kegembiraannya melihat antusiasme dari para peserta kompetisi Interaksi meski dilakukan di tengah suasana pandemi. “Ibu dan Bapak di sekolah merupakan bagian dari pemerintahan daerah. Lakukan koordinasi dengan dinas pendidikan di daerah terkait dengan inovasi yang telah diciptakan oleh ibu dan bapak sehingga tercipta sinergi yang baik untuk kemajuan daerah terutama di bidang TIK,” tekan Harjono yang sekaligus didapuk untuk menutup acara kompetisi Interaksi secara resmi.

Senada dengan itu, Harjono turut menyampaikan apresiasi kepada P4TK IPA yang terus mendampingi Dinas Pendidikan Kota Cimahi dalam pengembangan peningkatan kompetensi guru. “Kami telah merasakan manfaat yang diberikan oleh P4TK IPA dengan bertambahnya jumlah guru yang dilatih di Kota Cimahi,” tutur Harjono.

Dalam laporan kegiatan yang disampaikan oleh Penanggung Jawab Bidang Akademik P4TK IPA, Aritta Megadomani bahwa peserta INTERAKSI tahun 2021 berjumlah 58 guru jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang telah lulus dalam proses seleksi karya inovatif yang dilakukan pada tanggal 11 s.d. 17 November 2021. Peserta ini berasal dari (1) Provinsi Bali; (2) Provinsi Banten; (3) Provinsi Bengkulu; (4) Provinsi Jambi; (5) Provinsi Jawa Barat; (6) Provinsi Jawa Tengah; (7) Provinsi Jawa Timur; (8) Provinsi Kalimantan Barat; (9) Provinsi Kalimantan Tengah; (10) Provinsi Kalimantan Timur; (11) Provinsi Kepulauan Riau; (12) Provinsi Lampung; (13) Provinsi Maluku Utara; (14) Provinsi NTB; (15) Provinsi Sulawesi Selatan; (16) Provinsi Sulawesi Tengah; (17) Provinsi Sulawesi Tenggara; (18) Provinsi Sumatera Barat; (19) Provinsi Sumatera Utara.

Ditemui dalam kesempatan terpisah, para guru peraih penghargaan karya inovatif terbaik berharap supaya Kemendikbudristek melalui P4TK IPA dapat terus menyelenggarakan kompetisi ini dengan menghadirkan beragam kategori berbeda untuk dapat memotivasi guru pengampu mata pelajaran (mapel) IPA. Para peserta selain berasal dari unsur guru juga berasal dari Duta Rumah Belajar Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek, Duta Sains, Komunitas, Organisasi serta alumni diklat P4TK IPA dan guru IPA non-alumni.

Guru mapel Biologi di SMA Negeri 18 Luwu Utara, Haryanti yang berhasil meraih penghargaan Peserta Terbaik ke-1 melalui karya inovatif yang berjudul “Pembelajaran PJBL Berbasis STEM CT Melalui Media Pembelajaran Digital Berbasis LMS Computational Thinking”, mengungkapkan bahwa dirinya termotivasi untuk mengikuti kompetisi Interaksi agar dapat berbagi ilmu. Dengan karya ilmiah yang menurutnya dapat meningkatkan hasil belajar biologi peserta didik di SMAN 18 Luwu Utara ini, diharapkan dapat mendorong pemanfaatan TIK yang bisa memacu inovasi dari guru lainnya di Sulawesi Selatan. ”Apresiasi kepada Kemendikbudristek atas bantuan kuota belajar untuk guru yang menjadi penambah semangat saya dalam mengikuti kompetisi Interaksi ini,” imbuh Haryanti.

Senada dengan itu, melalui karya inovatif yang berjudul “Modul Interaktif Pada Hybrid Learning Motif Hening” sebagai Solusi Learning Loss Pada Masa Tatap Muka Terbatas, Ika Risnawati berhasil raih penghargaan pada puncak Hari Guru Nasional 2021. Peraih penghargaan Peserta Terbaik ke-2, yang juga guru di SMP Alfa Centauri, Kota Bandung, Jawa Barat ini menyampaikan pesan semangat seusai menerima penghargaan yang ditujukan untuk semua rekan guru hebat di Indonesia.

“Mari kita bersama bergerak dengan hati untuk memulihkan pendidikan terutama untuk siswa yang mengalami learning loss. Kita ajak lagi siswa-siswi untuk semangat belajar dan maksimalkan potensi yang dimiliki oeh ibu dan bapak guru sehingga para peserta didik akan merasakan pembelajaran yang bermakna dan menarik,” urainya.

Di samping itu, Itok Dwi Budiarto, guru mapel Kimia di SMA Negeri 2 Kediri, Jawa Timur yang menerima penghargaan sebagai Peserta Terbaik ke-3 melalui karya inovatif “Media Edpuzzle untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa Pada Pembelajaran Kimia Daring” mengungkapkan kegembiraannya meraih penghargaan ini. “Setelah meraih penghargaan ini, saya akan mengembangkan aplikasi yang telah saya buat terutama untuk mapel kimia dan tentunya saya akan mengimbaskan ke rekan guru lainnya,” imbuhnya.

Selain pemberian penghargaan untuk 3 karya inovatif, turut diberikan pula penghargaan kategori peserta yang menginspiratif untuk: (1) Maulidiya Rahma Prastiti, SD Negeri Sidoharjo I; (2) Yuli Astuti, SD Al Muslim; dan Dona Agus Setiawan, SDN 1 Nambuhan Grobogan.

Kemudian penghargaan juga diberikan untuk pemenang kategori banner terfavorit diraih oleh Abdul Wakhid Mustofa, SD Terpencil Bukit Indah Singura serta pemenang kategori terbanyak memviralkan kegiatan Interaksi di media sosial diraih oleh Irma Lismayani, SMP Negeri 17 Kendari.

Sejalan dengan peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021 yang mengusung tema “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”, filosofi dari kompetisi Interaksi yaitu para peserta tidak hanya berkompetisi namun dapat saling melakukan interaksi dan kolaborasi berbagi ilmu serta praktik baik pada bidang TIK dalam sains. Dalam gelaran kompetisi tersebut, para peserta didampingi dan diberikan penguatan kompetensi oleh Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) P4TK IPA, Aritta Megadomani, Trina Kartika Asih dan Kusdiantoro Wijaya serta Pengembang Teknologi Ahli Utama dari Pusdatin, Sediono dan Sumarno.

Leave a Reply