Kegiatan Pengabdian Masyarakat adalah salah satu dari Tri Darma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan Dosen UHAMKA, Bentuk kegiatan ini berupa pendampingan kepada guru-guru PAUD dan TK ABA  pada Senin, tanggal 13 Desembar 2021 di Kota Serang Banten. 

Kegiatan pendampingan ini dihadiri oleh Bunda PAUD kota Serang, Hj. Ade Jumaiah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Serang, Drs. H. Hamsin Syarbini, M.Si.,  Ketua Majelis Dikdasmen kota Serang,  Dra. Hj. Rosyati, M.Pd, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah kota Serang, Dra. Pipin Supinah, M.Ag.  

 Dr. Nawawi, M.Si, yang menjadi Narasumber pada kegiatan tersebut memaparkan bahwa “bahasa anak berkembang dari yang mudah menuju yang rumit. Perkembangan bahasa anak merupakan perpaduan antara interaksi sosial, perkembangan emosi, kemampuan intelektual, dan perkembangan fisik maupun motoriknya.” paparnya. 

Menurut DR. Nawawi, M.Si. “Bahasa merupakan media untuk mengungkapkan ide dan bertanya, bahasa juga menciptakan konsep dalam kategori-kategori berpikir. Selain itu bahasa juga merupakan sarana dalam berkomunikasi yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena di samping berfungsi sebagai media untuk menyatakan pikiran dan perasaan kepada orang lain juga sekaligus sebagai media untuk memahami perasaan dan pikiran orang lain. Oleh karena itu pendidikan awal memiliki peran yang penting dalam mengembangkan potensi anak. Guru harus menggunakan metode yang sesuai dengan pola belajar anak” Sambungnya. 

” Setiap anak memiliki kebutuhan dan pola belajar efektifnya masing-masing. Kebutuhan dan pola belajar anak merupakan sebuah prioritas yang harus terpenuhi dengan optimal. Oleh karena itu, guru harus dapat memilah metode apa yang efektif untuk mengembangkan bahasa pada anak.  Upaya untuk menstimulasi Perkembangan Bahasa anak dapat dilakukan dengan cara menyimak yang dapat dilakukan di lakukan dengan cara;   mendengarkan audio cerita untuk anak, mendengarkan lagu-lagu anak, bernyanyi, pesan berantai, menirukan suara, menebak suara, menjawab pertanyaan, dan lain sebagainya.” terangnya. 

Sementara itu  Dra. Nur Amalia, M.Pd. Panitia pelaksana mengukapkan bahwa  “kegiatan ini dibuat dalam bentuk pendampingan pada guru PAUD dan TK ABA kota Serang, terkait pentingnya memberikan stimulasi perkembangan bahasa pada anak usia dini mengingat anak-anak usia dini yang berada dalam masa meniru semua ucapan dan prilaku yang ditunjukkan oleh lingkungan sekitar terutama lingkungan keluarga dan sekolah” ungkapnya

” Efek dari penggunaan Handphone yang diberikan orang tua kepada anak-anak usia dini sangat luar biasa, dan mereka adalah peniru yang baik. Kondisi perkembangan Bahasa anak sekarang sangat mengkhawatirkan, membuat anak-anak lebih cepat dewasa dari usia sebenarnya,  Bahasa yang mereka gunakan sudah jauh berkembang dan tidak sesuai dengan usia anak yang berada dalam masa bermain.” sambungnya

Lebih Lanjut Dra. Nur Amalia, M.Pd. yang juga terlibat sebagai narasumber  memaparkan bahwa “Anak-anak usia dini senang sekali mendengarkan cerita, mereka akan sangat antusias pada saat mendengarkan cerita. Beberapa alternatif metode yang cocok digunakan untuk pengenalan bahasa pada anak usia dini di antaranya adalah; bercerita, bernyanyi, bercakap-cakap, bermain, tanya jawab, sosio drama, berdarmawisata, peragaan, dan bercerita.” Ucapnya


Menurut Dra. Nur Amalia, M.Pd., metode bercerita dapat membantu anak usia dini dalam mencapai tingkat perkembangan penerimaan bahasa dan pengungkapan bahasa melalui kegiatan

1) menyimak perkataan orang lain, 

2) memahami jalan cerita dan anak usia dini mampu menjawab pertanyaan sederhana, dan 

3) dapat menceritakan kembali isi cerita/dongeng yang telah/pernah mereka dengar. 

Guru perlu memahami teknik bercerita dengan baik agar cerita yang disampaikan menarik, seperti mengubah nada suara, Penyajian teknik bercerita yang baik dapat menumbuhkan imajinasi dan mendorong kreativitas siswa dalam mengangkat pesan atau informasi yang disampaikan. Selanjutnya, melalui metode bercerita yang disampaikan guru, dan pada saat anak mendengarkan dan mengikuti jalan cerita, pada saat itu juga emosi, fantasi, maupun imajinasi anak-anak menjadi aktif.

Selain itu, dunia anak-anak identik dengan dunia tanpa batas, dalam artian apa yang mereka dengar, lihat dan rasakan akan mempengaruhi daya pikir mereka dan itu akan berbekas didalam pikiran mereka dalam waktu yang relatif lama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui  metode bercerita merupakan sarana yang efektif untuk mendidik dan mengajari anak tanpa adanya kesan menggurui” Sambungnya

Menurutnya “dengan metode bercerita akan membantu perkembangan bahasa pada anak karena melalui metode bercerita indra pendengaran anak dapat berfungsi dengan baik dalam membantu kemampuan anak bicara, dan bertambahlah perbendaharaan kosa-kata anak. Dengan bertambahnya perbendaharaan kosa-kata, anak akan memiliki kemampuan dan keberanian untuk berkomunikasi kepada orang lain, sehingga anak akan terlatih dalam menata kalimat sesuai tahap perkembangannya.” terangnya

” Semakin banyak anak menyimak cerita, maka semakin banyak pula perbendaharaan kosa kata anak, sehingga  dapat mempermudah anak dalam berkomunikasi,  karena jika anak tidak memiliki kosa kata, maka  anak mengalami kesulitan dalam mengutarakan perasaan dan pikirkannya. Hal ini akan menimbulkan kecenderungan pada anak ini untuk berdiam diri, dan sulit berkomunikasi dengan orang lain. Oleh sebab itu, hubungan bahasa, berbicara dan bercerita ini sangat berkaitan dalam proses perkembangan bahasa Anak Usia Dini, demikian pungkas Dra. Nur Amalia, M.Pd. 

Kegiatan Pendampingan ini adalah salah satu dari kegiatan Tri dharma Perguruan Tinggi, sebagai salah satu bakti dosen UHAMKA kepada masyarakat kota Serang,   Kegiatan ini diikuti oleh 40  orang peserta terdiri dari 35  guru PAUD dan 5 orang kepala TK ABA. 

Leave a Reply