Daerah sekitar ranting Jati Rahayu I banyak dihuni oleh keluarga yang memiliki anak-anak balita (bawah lima tahun) dan usia remaja yang gemar jajan sembarangan. Mereka senang mencoba jajanan yang dijual karena bentuk makanan yang menarik,  rasa pedas dan gurih makanan yang sesuai dengan selera mereka. Boraks merupakan salah satu bahan yang ditambahkan pada makanan. 

Boraks ini digunakan sebagai pengenyal makanan dan untuk membuat gurih makanan. Padahal boraks ini sebenarnya bukan untuk makanan tetapi untuk campuran pembuatan gelas, pengawet kayu, salep kulit, dan campuran pupuk tanaman. 

Oleh sebab itu Tim Pengabdian Fakultas Farmasi Dan Sains, Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka mengadakan pengabdian yang bertajuk “Pelatihan Identifikasi Boraks Pada Makanan Menggunakan Tanaman Kunyit (Curcuma Domestica) dan Bunga Teropet Ungu (Ruellia Tuberosa) Beserta Kajiannya dalam Pandangan Islan di Ranting Jati Rahayu I Bekasi”.

Pemaparan materi oleh Elfia Siska Yasa Putri, M.Si yang merupakan dosen farmasi di Fakutas Farmasi Dan Sains, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka membahas mengenai zat boraks, manfaat boraks, penyalahgunaan boraks dalam makanan, dan ciri-ciri makanan yang mengandung boraks. Sementara itu  Ristianti Azharita, M.Pd.I yang memiliki latar belakang keilmuan pendidikan Islam menjelaskan penggunaan zat boraks menurut pandangan Islam. Pemaparan ini dilakukan karena penduduk daerah sekitar ranting Jati Rahayu I Bekasi hampir 100 % menganut agama Islam.

Tahapan selanjutnya adalah pelatihan identifikasi boraks pada makanan menggunakan metode sederhana yang dipandu Wijiastuti, M.Si yang berlatang belakang keilmuan biokimia. Metode identifikasi boraks ini menggunakan tanaman kunyit (Curcuma Domestica) dan bunga teropet ungu (Ruellia Tuberosa) yang tumbuh disekitar ranting Jati Rahayu I Bekasi. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena mendapatkan pengetahuan baru yang bermanfaat buat keluarga.

Leave a Reply