Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) kembali dibuka di tahun 2022. Pembukaan beasiswa dilaksanakan dua kali pada periode Februari untuk tahap pertama dan akan kembali dibuka pada bulan Juli untuk tahap kedua.

Pendaftaran tahap pertama dibuka dari 25 Februari hingga 27 Maret 2022. Proses seleksi beasiswa LPDP hingga diperoleh awardee terpilih akan berlangsung hingga 25 Juni 2022

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan, pemerintah mengajak masyarakat untuk mengikuti Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Tahun 2022.

“Saatnya giliranmu! Berkontribusi bersama LPDP menyongsong transformasi diri dan kemajuan negeri,” ujar Sri Mulyani Indrawati mengawali webinar Pembukaan Beasiswa LPDP 2022, Jumat (25/2/2022).

Kontribusi LPDP dalam meningkatkan kualitas pendidikan sumber daya manusia (SDM) Indonesia diwujudkan dengan memberikan kesempatan meraih pendidikan dunia melalui program beasiswa penuh bagi program magister dan doktoral.

Pemerataan kesempatan beasiswa bagi seluruh rakyat Indonesia diwujudkan melalui pengelompokan jenis beasiswa menjadi beasiswa afirmasi, targeted group, dan reguler.

Menkeu mengungkapkan, total dana abadi di bidang pendidikan yang dikelola pemerintah sejak tahun 2010 mencapai Rp 99,1 triliun.

“Saat ini, total dana abadi di bidang pendidikan termasuk penelitian, perguruan tinggi, dan kebudayaan Rp99,1 triliun dan ini masih akan berkembang karena tahun 2022 nanti akan ada tambahan lagi melalui mekanisme APBN,” ujar Sri Mulyani

Menurut Sri Mulyani, dana abadi pendidikan tersebut termasuk di dalamnya dana abadi penelitian sebesar Rp8 triliun, dana abadi perguruan tinggi Rp7 triliun, serta dana abadi kebudayaan Rp3 triliun.

“Berbagai macam bentuk dana abadi adalah komitmen bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia ditentukan tidak hanya dari sisi pendidikan formal, dari sisi pendidikan juga tidak hanya belajar di kelas, penelitian menjadi penting, interaksi sosial sangat penting, dan juga bahkan dari sisi kebudayaan,” ujar Sri Mulyani.

Menkeu Sri Muyani mengungkapkan, sejak tahun 2007, pemerintah telah mengalokasikan 20% dari APBN untuk pendidikan. Untuk tahun 2022 ini, total anggaran pendidikan sebesar Rp542,8 triliun. Alokasi untuk anggaran pendidikan bergantung pada besaran APBN setiap tahunnya. Apabila APBN-nya naik, semakin meningkat pula anggaran pendidikan di tahun tersebut.

Anggaran pendidikan 20% dari dan yang diamanatkan oleh konstitusi itu bisa dan harus bisa dimanfaatkan antargenerasi, dikelola dengan baik,” tandas Sri Mulyani.

Sumber: Investor Daily

Leave a Reply