Setelah berlangsung selama tiga hari sejak Jumat (4/3), Tanwir II Pemuda Muhammadiyah di Jambi resmi ditutup pada Ahad sore (6/3).
Menutup Tanwir II secara daring, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengapresiasi kesuksesan gelaran Tanwir Pemuda Muhammadiyah.

Haedar berharap hasil Tanwir seperti Khittah dan yang lainnya dilaksanakan dengan penuh integritas dan membawa kemajuan dan pencerahan bagi kehidupan Persyarikatan, umat, bangsa dan kemanusiaan semesta.

“Kami tentu selalu membersamai dan juga sebagai orang tua mengayomi dan pada hal-hal tertentu memberikan masukan untuk kemajuan Pemuda Muhammadiyah,” tutur Haedar.

Terkait tema “Gerakan Pemuda Negarawan”, Haedar berpesan agar tema itu menjadi perhatian Pemuda Muhammadiyah untuk menjadikannya sebagai etika publik yang terinternalisasi dalam diri seluruh kader.

Pemuda Negarawan, katanya harus menjadi kata sejalan tindakan dan bukan retorika belaka. Kenegarawanan harus menjadi agenda kader yang dalam diaspora peran kebangsaan mereka mewarnai setiap kebijakan, hukum, dan keberpihakan yang adil pada seluruh golongan.

“Gerakan Pemuda Negarawan tentu selain mulia, luhur, juga tantangannya tidak sederhana karena memerlukan komitmen jiwa, alam pikiran, dan tindakan dari seluruh kader dari tingkat Pusat sampai Ranting dan dalam kelompok-kelompok jamaah agar dengan nilai-nilai Islam dalam perspektif Islam Berkemajuan memiliki orientasi kenegaraan dalam kehidupan keumatan dan kebangsaan,” kata Haedar.

“Isu ini tidak boleh menjadi (sekadar) tema Tanwir, tapi menjadi alam pikiran yang terinternalisasi dalam seluruh jiwa, pikiran, dan tindakan para Pimpinan sekaligus melembaga dalam gerakan Pemuda Muhammadiyah sehingga menjadi identitas kolektif,” pungkasnya.

Sumber: Muhammadiyah.or.id

Leave a Reply