Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo menyatakan dukungan terhadap kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Hal ini disampaikan pada acara Dies Natalies ke-46 Universitas Sebelas Maret (UNS) di Surakarta, Jumat (11/3).

“Saya sangat setuju dengan yang sering disampaikan Mendikbudristek yaitu Kampus Merdeka, karena mahasiswa bisa belajar dari mana saja dan kapan saja, dan kampus tetap mengarahkan,” ujarnya.

Presiden menegaskan, perubahan zaman yang semakin cepat harus diimbangi dengan program pendidikan yang cepat berubah dan riset yang sesuai tantangan zaman. Dalam mengantisipasi perubahan dunia yang tidak dapat diprediksi, SDM Indonesia harus cepat beradaptasi dan menangkap peluang.

“Program Kampus Merdeka dengan dana padanan (matching fund) akan mendukung perubahan cepat dalam dunia pendidikan. Saya senang sekarang mahasiswa bisa belajar di industri selama satu semester, artinya industri telah menjadi bagian dari universitas,” ucap Presiden Jokowi.

Dana padanan atau matching fund adalah dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam upaya penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara lembaga perguruan tinggi dengan industri. Dana padanan ini menjadi salah satu nilai tambah terbentuknya kolaborasi antara kedua belah pihak melalui platform Kedaireka.

Dukungan matching fund diprioritaskan bagi kolaborasi yang berkontribusi terhadap pencapaian delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi yang telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek yaitu 1) lulusan pendidikan tinggi mendapat pekerjaan yang layak, 2) mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, 3) dosen berkegiatan di luar kampus, 4) Praktisi mengajar di dalam kampus, 5) hasil kerja dosen berguna bagi masyarakat dan diakui internasional, 6) program studi kampus bekerja sama dengan mitra kelas dunia, 7) kelas bersifat kolaboratif dan partisipatif, serta 8) program studi berstandar internasional.

Untuk meraih kesempatan mendapatkan matching fund, perguruan tinggi dapat mengajukan proposal tambahan setelah kolaborasi dengan industri terlaksana. Informasi selengkapnya, masyarakat dapat mengakses https://kedaireka.id/.

Menyambut dukungan Presiden, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyambut baik dukungan Presiden. “Kita ingin memastikan bahwa Indonesia itu tidak hanya mengejar ketertinggalan, tapi harapan kami, paling tidak pendidikan tinggi di Indonesia menjadi contoh bagi pendidikan di dunia yang akan dibahas pada 10 tahun yang akan datang,” ucapnya pada kesempatan terpisah.

Menteri Nadiem menyebut, pada 2020 sebanyak 12 ribu mahasiswa telah mengikuti program magang dan studi independen bersertifikat (MBSI). Tahun ini, jumlahnya akan meningkatkan menjadi 50 ribu mahasiswa. Ditargetkan, sebanyak 500 organisasi dan industri akan membuka lowongan pekerjaan. Kampus Merdeka juga menawarkan program beasiswa pertukaran mahasiswa ke luar negeri atau Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Program ini memberi kesempatan untuk mahasiswa berkuliah selama enam bulan di luar negeri.

Program lainnya yakni pertukaran mahasiswa dalam negeri di mana mahasiswa akan berkuliah di kampus lain di luar daerahnya, untuk memperluas wawasan dan pengalamannya serta menambah kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Berbagai program MBKM yang telah berjalan diharapkan dapat memicu program serupa untuk dilaksanakan di tingkat lokal. Mendikbudristek menilai, banyak universitas memiliki potensi besar untuk berinovasi. “Kami mendorong masing-masing kampus membuat program-program MBKM-nya sendiri. Ini menjadi kesempatan universitas di daerah untuk berkolaborasi dengan banyak industri lokal yang bisa mendukung kegiatan magang, studi independen, riset, dan lain-lain,” ungkapnya.

“Pemerintah pusat hanya bisa mengawali dengan langkah kecil. Sementara, potensi MBKM ini tidak terbendung. Potensi yang lebih besar lagi sebenarnya adalah masing-masing universitas menciptakan program-programnya sendiri untuk mahasiswanya,” imbuh Nadiem memotivasi.

Acara ini turut dihadiri Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani yang menyampaikan orasi ilmiahnya. “Kita harus optimis bangkit dari krisis dengan prestasi, bukan biasa-biasa saja. Kita harus terus optimis bahwa badai akan berlalu. Ke depan masih akan ada badai dan tantangan yang akan kita hadapi, kita harus selalu siap,” pesan Menkeu.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo meresmikan Gedung UNS Tower Ki Hadjar Dewantara dan Gedung Universitas Sebelas Maret di Kabupaten Madiun. Saat menandatangai prasasti, Presiden didampingi oleh Mendikbudristek, Menkeu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rektor UNS Jamal Wiwoho, dan Ketua Senat Akademik UNS Adi Sulistiyono.

Pembangunan Gedung UNS Tower mulai dikerjakan sejak 28 Mei 2021 dan selesai pada 31 Desember 2021. UNS Tower yang berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi ini dibuat 11 lantai dengan tinggi 76 meter. Selain digunakan untuk kegiatan perkantoran, UNS Tower dilengkapi dengan sarana olahraga yang lengkap, kolam renang, gedung konferensi internasional, kantor, pusat bisnis, serta terdapat ruang-ruang yang bisa disewakan.

Leave a Reply